Kamis, 22 Maret 2012

KESEHATAN MENTAL

Kesehatan yang sebenarnya adalah tidak hanya berdasarkan fisik, jadi sehat yang sebenarnya mempunyai 2 konsep kesehatan berdasarkan kajian umum tentang kesehatan, yaitu :
1.    Konsep sehat dipandang dari sudut fisik secara individu
Kosep sehat secara fisik dan bersifat individu ialah seseorang dikatakan sehat bila semua organ tubuh dapat berfungsi dengan baik dan dapat berfungsi dalam batas-batas normal sesuai dengan umur dan jenis kelamin.

2.     Konsep sehat di pandang dari sudut ekologi
Konsep sehat berdasarkan ekologi ialah sehat berarti proses penyesuaian antara individu dengan lingkungannya. Proses ini berjalah terus menerus dan berubah-ubah sesuai dengan perubahan lingkungan yang mengubah keseimbangan ekologi dan untuk mempertahankan kesehatannya orang dituntut untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan.

Dari 2 konsep kesehatan yang telah di jelaskan, kesehatan bukan hanya sekedar sehat secara fisik. Tetapi juga harus sehat secara sudut pandang ekologi atau dapat disebut juga sebagai kesehatan mental. Ada beberapa pengertian tentang kesehatan mental. Saya mencoba mengkaji beberapa definisi kesehatan mental dari beberapa buku yang saya baca, diantaranya adalah : Kesehatan mental adalah terhindarnya individu dari simtom-simtom neurosis dan psikosis; kesehatan mental adalah kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan diri sndri, dengan orang lain, dan masyarakat di mana ia hidup.
Kesimpulan dari beberapa definisi diatas adalah orang yang bermental sehat adalah orang yang dapat menguasai segala faktor dalam hidupnya sehingga ia dapat mengatasi kekalutan mental sebagai akibat dari tekanan-tekanan perasaan dan hal-hal yang menimbulkan frustasi.
Selain konsep kesehatan saya juga akan mencoba mengkaji tentang dimensi kesehatan. Menurut beberapa ahli yang ada di WHO, dimensi kesehatan mempunyai 4 dimensi sehat diantaranya adalah:
1.    Sehat secara fisik
2.    Sehat secara psikologis
3.    Sehat secara sosial
4.    Sehat secara spiritual

Sejarah Perkembangan Kesehatan Mental

A.     MASA PRA ILMIAH
Seperti juga psikologi yang mempelajari hidup kejiwaan manusia, dan memiliki usia sejak adanya manusia di dunia, maka masalah kesehatan jiwa itupun telah ada sejak beribu-ribu tahun yang lalu dalam bentuk pengetahuan yang sederhana.
Beratus-ratus tahun yang lalu orang menduga bahwa penyebab penyakit mental adalah syaitan-syaitan, roh-roh jahat dan dosa-dosa. Oleh karena itu para penderita penyakit mental dimasukkan dalam penjara-penjara di bawah tanah atau dihukum dan diikat erat-erat dengan rantai besi yang berat dan kuat. Namun, lambat laun ada usaha-usaha kemanusiaan yang mengadakan perbaikan dalam  menanggulangi orang-orang yang terganggu mentalnya ini. Philippe Pinel di Perancis dan William Tuke dari Inggris adalah salah satu contoh orang yang berjasa dalam mengatasi dan menanggulangi orang-orang yang terkena penyakit mental. Masa-masa Pinel dan Tuke ini selanjutnya dikenal dengan masa pra ilmiah karena hanya usaha dan praksis yang mereka lakukan tanpa adanya teori-teori yang dikemukakan

B.    MASA ILMIAH
Masa selanjutnya adalah masa ilmiah, dimana tidak hanya praksis yang dilakukan tetapi berbagai teori mengenai kesehatan mental dikemukakan. Masa ini berkembang seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan alam di Eropa.
Dorothea Dix merupakan seorang pionir wanita dalam usaha-usaha kemanusiaan berasal dari Amerika. Ia berusaha menyembuhkan dan memelihara para penderita penyakit mental dan orang-orang gila. Sangat banyak jasanya dalam memperluas dan memperbaiki kondisi dari 32 rumah sakit jiwa di seluruh negara Amerika bahkan sampai ke Eropa. Atas jasa-jasa besarnya inilah Dix dapat disebut sebagai tokoh besar pada abad ke-19.
Tokoh lain yang banyak pula memberikan jasanya pada ranah kesehatan mental adalah Clifford Whittingham Beers (1876-1943). Beers pernah sakit mental dan dirawat selama dua tahun dalam beberapa rumah sakit jiwa. Ia mengalami sendiri betapa kejam dan kerasnya perlakuan serta cara penyembuhan atau pengobatan dalam asylum-asylum tersebut. Sering ia didera dengan pukulan-pukulan dan jotosan-jotosan, dan menerima hinaan-hinaan yang menyakitkan hati dari perawat-perawat yang kejam. Dan banyak lagi perlakuan-perlakuan kejam yang tidak berperi kemanusiaan dialaminya dalam rumah sakit jiwa tersebut. Setelah dirawat selama dua tahun, beruntung Beers bisa sembuh.

 PERKEMBANGAN MANUSIA
a.    Perkembangan manusia menurut teori dari Freud
Tahap perkembangan menurut sigmund freud terdiri dari 5 tahap perkembangan. Biasanya lebih sering disebut psikoseksual karena berhubungan dengan tingkat kepuasan dalam seks yang diukur dari tingkat kepuasan libido pada masing-asing tahapan. Tahapan-tahapan tersebut adalah :
  1. Fase Oral
    Fase ini terjadi ketika manusia berusia 0-1 tahun. Tingkat kepuasan seks pada usia ini terletak di organ mulut. Karena mulut adalah organ pertama yang memberikan kenikmatan pada anak, maka tahap perkembangan infantil pertama dalam pandangan Freud adalah tahap oral. Tujuan seksual dari aktifitas oral ini adalah memasukan kedalam tubuh pilihan objek instingtual, yakni puting susu. Pada tahap respetif-oral ini, bayi tidak mengalami frustasi dan kecemasan  jika kepuasan libidonya di penuhi oleh sang ibu.
  2. Fase Anal
    Pada fase yang kedua ini manusia mengalami kepuasan seks pada usia 1-3 tahun, tingkat kepuasan seks pada tahap ini adalah ketika anus muncul sebagai daerah secara seksual yang menyenangkan. Karena pada tahap ini kepuasan yang diperoleh melalui tingkah laku agresif dan eliminasi. Anak mencapai kepuasan seks atau mencapai libido yang menyenangkan ketika anak menahan Buang Air Besar, karena anak menikmati rasa sakit yang dirasakan ketika menahan Buang Air Besar.
  3. Fase Falik
    Pada usia 3 - 5 tahun, anak memasuki tahap perkembangan ke tiga perkembangan infantil, yaitu tahap falik, suatu periode di mana daerah genital menjadi daerah erogen yang utama. Tahap ini mengalami perbedaan antara tahap anak laki-laki dan tahap anak perempuan, yang disebabkan oleh perbedaan-perbedaan anatomi diantara 2 jenis kelamin.
    • Anak laki-laki

      A. Kompleks Oedipus laki-laki

      Freud beranggapan bahwa sebelum tahap falik seorang anak laki-laki mengadakan identifikasi dengan ayahnya, yakni ingin menjadi ayahnya. Kemudian anak itu mengembangkan hasrat seksual terhadap ibunya yaitu ingin memiliki ibunya.Hal ini bisa menimbulkan rasa cemburu kepada ayahnya sendiri.

      B. Kecemasan Kastrasi pada anak laki-laki

      Freud berpendapat bahwa kecemasan kastrasi dialami semua anak laki-laki, mereka secara pribadi merasa terancam oleh pemotongan penis atau pertumbuhannya diperlambat.
    • Anak perempuan

      A. Kompleks Oedipus perempuan

      Sebelum mengalami kecemasan kastrasi anak perempuan juga mengidentifikasi ibunya, yakni ingin menjadi seperti ibunya. Dan kemudian memunculkan hasrat seksual terhadap ayahnya dan ingin memiliki ayahnya tanpa terhalang figur sang ibu. Pada tahap ini anak perempuan juga dapat memiliki rasa cemburu terhadap ibunya sendiri.

      B. Kecemasan Kastrasi pada anak perempuan

      Freud berpendapat kecemasan kastrasi yang dialami oleh perempuan lebih rumit dibandingkan oleh laki-laki. Perempuan mengalami rasa iri kepada laki-laki yang memiliki penis. Pengalaman iri terhadap penis ini sangat berpengaruh dalam pembentukan kepribadian perempuan. Tidak seperti kecemasan kastrasi pada anak laki-laki yang dapat dengan cepat direpresikan, iri terhadap penis dapat terjadi selama bertahun-tahun.
4.Fase Laten
Tahap ini terjadi pada usia 5- 12 tahun. Pada tahap ini anak akan melakukan supresi atau menekan keinginan yang terjadi pada tahap sebelumnya seperti menekan keinginannya untuk memiliki ayah atau ibunya dan menekan rasa kecemasan kastrasi terhadap alat kelaminnya. Bila supresi sempurna maka akan lanjut pada tahap laten, tahap laten ini libido di sublimasikan sekarang memperlihatkan dirinya dalam prestasi sosial dan budaya, seperti pekerjaan sekolah dan perkembangan persahabatan. Pada tahap ini anak akan membentuk sebuah keompok pertemanan yang mengutamkan gender atau jenis kelamin, dan sering disebut sebagai tahap perkembangan homoseksual alami.

5.    Fase Genital
Tahap ini adalah tahap terakhir yang dikemukakan oleh freud. Tahap ini mulai terjadi pada masa awal remaja (≥12 tahun), pada tahap ini anak mengalami tahapan yang bereda dari masa infantil. Pertama, anak remaja menghentikan autoerotikisme dan mengarahkan energi seksualnya kepada orang lain, bukan kepada diri sendiri. Kedua, reproduksi sekarang menjadi suatu kemungkinan. Ketiga, meskipun iri terhadap penis kemungkinan masih ada, namun vagina bagi anak perempuan akhirnya emperoleh status yang sama dengan penis. Pada tahap ini anak laki-laki melihat organ perempuan sebagai objek yang dicari, bukan sebagai ancaman traumatik. Keempat keseluruhan insting seksual mendapat organisasi yang lebih lengkap dan bagian-bagian insting telah beroperasi secara lepas.

Demikianlah tahapan perkembangan menurut Sigmund Freud. Freud mengidentifikasi perkembangan berdasarkan kepuasan seksual yang terjadi pada manusia umum. Freud beranggapan jika ada salah satu perkembangan seksual yang tidak terlewati dengan baik, maka akan mempengaruhi thapan perkembangan selanjutnya.

b.    Perkembangan manusia menurut teori dari Ericson
Berbeda dengan Freud yang membahas perkembangan manusia berdasarkan tahapan seksual. Ericson membahas perkembangan manusia berdasrkan tahapan-tahapan sosial yang di alami manusia itu sendiri. Erikson mendasarkan teori perkembangannya pada pengaruh sosial budaya di lingkungan individu. Terselesaikannya krisis pada setiap tahap akan mempengaruhi perkembangan individu. Bagi Erikson, krisis bukanlah malapetaka, melainkan suatu titik tolak. Perkembangan psikososial Erikson dibagi menjadi delapan tahap, yaitu sebagai berikut :
  1. Kepercayaan Dasar vs Kecurigaan Dasar (0 – 1 tahun)
    Kebutuhan akan rasa aman di perlukanndalam tahap ini. Bila rasa aman terpenuhi, maka anak akan mengembangkan rasa kepercayaan. Tetapi, sebaliknya jika anak merasa tidak nyaman, maka akan mengembangkan perasaan tidak percaya.
  2. Otonomi vs Malu dan Ragu-ragu (2 – 3 tahun)
    Pada tahap kedua ini, Anak mulai mengembangkan dirinya, namun jika anak tidak mampu untuk mengembangkan dirinya akan timbul rasa malu dan ragu untuk melakukannya.
  3. Inisiatif vs Kesalahan (3 – 6 tahun)
    Selanjutnya tahap ketiga, jika pada tahap sebelumnya anak dapat berkembang dengan baik maka anak mulai mau untuk mencoba hal-hal baru dalam hidupnya (inisiatif), tetapi jika dia gagal atau tidak mampu dia akan menjadi rasa bersalah pada dirinya.
  4. Kerajinan vs Inferioritas (6 – 11 tahun)
    Pada tahap keempat anak memasuki usia sekolah maka pada tahap ini anak mulai melakukan suatu percobaan atau mulai membuat suatu inovasi yang dikembangkan dari pikirannya.
  5. Identitas vs Kekacauan Identitas (mulai 12 tahun)
    Pada tahap kelima anak ulai memasuki usia remaja atau mengalami pubertas. dalam tahap ini anak akan mencari identitas yang sesuai menurut pribadi sang anak tersebut. jika anak gagal dalam melakukan tahap ini maka si anak akan mengalami kekaburan identitas atau kekacauan identitas.
  6. Keintiman vs Isolasi (dewasa awal)
    Selanjutnya pada tahap ke enam setelah melewati tahap pencarian identitas anak atau individu yang mulai meranjak dewasa awal akan  mencoba untuk membuat suatu komitmen dalam hidupnya, baik komitmen dengan lawan jenis maupun komitmen hidupnya di masa depan. Apabila individu tidak dapat atau tidak sanggup berintimasi menyebabkan indiviu akan tertutup atau memisahkan dirinya dengan orang lain .
  7. Generativitas vs Stagnasi (dewasa tengah)
    Pada tahap ini, krisis yang dihadapi individu adalah Individu sudah mampu membangun dan membimbing anak-anaknya kelak. Dan juga ,hasil produk atau kerajinan inovasi yang telah dia kerjakan dapat di terima dan mendapatkan suatu reward. Kebalikannya, jika individu tidak berhasil maka akan menyebabkan rasa tidak percaya diri
  8. Integritas vs Keputusasaan
    Pada masa ini, individu akan mereview masa lalunya. Keberhasilan di masa lalu akan menimbulkan kepuasan. Sedangkan jika ia merasa semuanya gagal, akan timbul kekecewaan yang mendalam.

KEPRIBADIAN SEHAT
setiap manusia yang ada di bumi ini ingin hidup sehat. Kepribadian yang sehat adalah kepribadian yang mampu menyeimbangkan setiap aspek-aspek kepribadiannya, yang mampu menyesuaikan dengan lingkungannya, tanpa terseret arus lingkungan yang tidak sesuai dengan kepribadiannya. Beberapa rumusan mengenai kriteria pribadi-pribadi yang sehat, antara lain adalah :

1.    Memiliki motivasi yang kuat untuk berkembang
2.    Memiliki sikap hati dan pola berfikir yang positiv
3.    Memiliki keseimbangan dalam berfikir dan berperasaan serta dalam berkehendak
4.    Memiliki cita-cita yang riil dan rasional
5.    Memmiliki kemerdekaan pribadi
6.    Memiliki kemampuan untuk mengaktualisasi diri
7.    Memiliki semngat hidup yang aktif dan produktif
8.    Memiliki harga diri yang baik dan sehat
9.    Memiliki tanggung jawab terhadap hidup dan keberadaan diri
10.  Memiliki jati diri yang autentik, jujur, dan terbuka

Kepribadian sehat menurut Abraham Maslow
Menurut Abraham Maslow, pribadi sehat adalah pribadi yang mampu mengaktualisasikan diri. Bagi Maslow, motivasi seseorang untuk aktualisasi diri bagi pribadi yang sehat tidak hanya didasarkan oleh kebutuhan-kebutuhan untuk memenuhi kekurangannya, tetapi oleh nilai-nilai hidup termasuk kebenaran, keindahan,kebijaksanaan,kedamaian, kesatuan, dll. Nilai-nilai ini menjadi sumber yang mengembangkan kepribadian yang sehat.

Demikaian ulasan tentang kpribadian yang sehat. Bila terjadi kesalahan mohon di maafkan. Sekian dan terima kasih.


Hall, C.S., dan Lindzey, G. (1993). Teori-Teori Psikodinamik (Klinis). Yogyakarta: Kanisius.
Yustinus ofm. (2010). Teori Kepribadian dan Psikoanalitik Freud. Yogyakarta: Penerbit Kanisius (anggota IKAPI).
Riyanto, theo FIC,. (2010). Jadikan Dirimu Bahagia. Yogyakarta : Penerbit Kanisius (anggota IKAPI).
Zainul S.T, Ust.Zen. (2007). Kekuatan Metode Lafidzi sehat dengan olah lahir, pikir, dan dzikir. Tanggerang : Qultum Media.
Dudiarto, Dr.Eko, anggraeni, Dr.Dewi. (2003). Pengantar Epidemologi edisi 2. Jakarta : Buku Kedokteran EGC.
Kartono, Dr. Kartini. (1989). Hygiene Mental dan Kesehatan Mental dalam Islam, Bandung: CV. Mandar Maju.

Konsep, Dimensi, dan Sejarah Singkat KESEHATAN MENTAL

Setiap orang ingin hidup sehat. Tapi kebanyakan orang menganggap hidup sehat adalah hidup yang fisiknya baik, atau tidak terserang gangguan fisik (sakit). Disini saya akan sedikit mengulas tentang kesehatan. Kesehatan yang sebenarnya adalah tidak hanya berdasarkan fisik, jadi sehat yang sebenarnya mempunyai 2 konsep kesehatan berdasarkan kajian umum tentang kesehatan, yaitu :
1.    Konsep sehat dipandang dari sudut fisik secara individu
Kosep sehat secara fisik dan bersifat individu ialah seseorang dikatakan sehat bila semua organ tubuh dapat berfungsi dengan baik dan dapat berfungsi dalam batas-batas normal sesuai dengan umur dan jenis kelamin.

2.     Konsep sehat di pandang dari sudut ekologi
Konsep sehat berdasarkan ekologi ialah sehat berarti proses penyesuaian antara individu dengan lingkungannya. Proses ini berjalah terus menerus dan berubah-ubah sesuai dengan perubahan lingkungan yang mengubah keseimbangan ekologi dan untuk mempertahankan kesehatannya orang dituntut untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan.

Dari 2 konsep kesehatan yang telah di jelaskan, kesehatan bukan hanya sekedar sehat secara fisik. Tetapi juga harus sehat secara sudut pandang ekologi atau dapat disebut juga sebagai kesehatan mental. Ada beberapa pengertian tentang kesehatan mental. Saya mencoba mengkaji beberapa definisi kesehatan mental dari beberapa buku yang saya baca, diantaranya adalah : Kesehatan mental adalah terhindarnya individu dari simtom-simtom neurosis dan psikosis; kesehatan mental adalah kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan diri sndri, dengan orang lain, dan masyarakat di mana ia hidup.
Kesimpulan dari beberapa definisi diatas adalah orang yang bermental sehat adalah orang yang dapat menguasai segala faktor dalam hidupnya sehingga ia dapat mengatasi kekalutan mental sebagai akibat dari tekanan-tekanan perasaan dan hal-hal yang menimbulkan frustasi.
Selain konsep kesehatan saya juga akan mencoba mengkaji tentang dimensi kesehatan. Menurut beberapa ahli yang ada di WHO, dimensi kesehatan mempunyai 4 dimensi sehat diantaranya adalah:
1.    Sehat secara fisik
2.    Sehat secara psikologis
3.    Sehat secara sosial
4.    Sehat secara spiritual

Sejarah Perkembangan Kesehatan Mental

A.     MASA PRA ILMIAH
Seperti juga psikologi yang mempelajari hidup kejiwaan manusia, dan memiliki usia sejak adanya manusia di dunia, maka masalah kesehatan jiwa itupun telah ada sejak beribu-ribu tahun yang lalu dalam bentuk pengetahuan yang sederhana.
Beratus-ratus tahun yang lalu orang menduga bahwa penyebab penyakit mental adalah syaitan-syaitan, roh-roh jahat dan dosa-dosa. Oleh karena itu para penderita penyakit mental dimasukkan dalam penjara-penjara di bawah tanah atau dihukum dan diikat erat-erat dengan rantai besi yang berat dan kuat. Namun, lambat laun ada usaha-usaha kemanusiaan yang mengadakan perbaikan dalam  menanggulangi orang-orang yang terganggu mentalnya ini. Philippe Pinel di Perancis dan William Tuke dari Inggris adalah salah satu contoh orang yang berjasa dalam mengatasi dan menanggulangi orang-orang yang terkena penyakit mental. Masa-masa Pinel dan Tuke ini selanjutnya dikenal dengan masa pra ilmiah karena hanya usaha dan praksis yang mereka lakukan tanpa adanya teori-teori yang dikemukakan

B.    MASA ILMIAH
Masa selanjutnya adalah masa ilmiah, dimana tidak hanya praksis yang dilakukan tetapi berbagai teori mengenai kesehatan mental dikemukakan. Masa ini berkembang seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan alam di Eropa.
Dorothea Dix merupakan seorang pionir wanita dalam usaha-usaha kemanusiaan berasal dari Amerika. Ia berusaha menyembuhkan dan memelihara para penderita penyakit mental dan orang-orang gila. Sangat banyak jasanya dalam memperluas dan memperbaiki kondisi dari 32 rumah sakit jiwa di seluruh negara Amerika bahkan sampai ke Eropa. Atas jasa-jasa besarnya inilah Dix dapat disebut sebagai tokoh besar pada abad ke-19.
Tokoh lain yang banyak pula memberikan jasanya pada ranah kesehatan mental adalah Clifford Whittingham Beers (1876-1943). Beers pernah sakit mental dan dirawat selama dua tahun dalam beberapa rumah sakit jiwa. Ia mengalami sendiri betapa kejam dan kerasnya perlakuan serta cara penyembuhan atau pengobatan dalam asylum-asylum tersebut. Sering ia didera dengan pukulan-pukulan dan jotosan-jotosan, dan menerima hinaan-hinaan yang menyakitkan hati dari perawat-perawat yang kejam. Dan banyak lagi perlakuan-perlakuan kejam yang tidak berperi kemanusiaan dialaminya dalam rumah sakit jiwa tersebut. Setelah dirawat selama dua tahun, beruntung Beers bisa sembuh.

Zainul S.T, Ust.Zen. (2007). Kekuatan Metode Lafidzi sehat dengan olah lahir, pikir, dan dzikir. Tanggerang : Qultum Media.
Dudiarto, Dr.Eko, anggraeni, Dr.Dewi. (2003). Pengantar Epidemologi edisi 2. Jakarta : Buku Kedokteran EGC.
Kartono, Dr. Kartini. (1989). Hygiene Mental dan Kesehatan Mental dalam Islam, Bandung: CV. Mandar Maju.

Selasa, 03 Januari 2012

ULASAN JURNAL : Perilaku Penggunaan Internet pada Kalangan Remaja di Perkotaan


Pada kali ini saya akan mengulas jurnal mengenai perilaku penggunaan internet pada kalangan remaja di perkotaan. Remaja pada zaman sekarang memang sangat membutuhkan internet, bukan hanya sebagai ladang informasi tetapi juga sebagai ladang kesenangan, ladang transaksi, dan juga ladang komunikasi.

Remaja saat ini sangat terpengaruh oleh dunia internet, bukan hanya terpengaruh tetapi juga sangat bergantung pada internet ini. Kepentingan Penggunaan Internet pada Kalangan Remaja di Perkotaan Dari sejumlah aktivitas internet yang diajukan peneliti saat melakukan penyebaran kuesioner bahwa terdapat beberapa aktivitas internet yang dilakukan kalangan remaja di perkotaan, antara lain:
- Mencari sumber-sumber/bahan-bahan terkait dengan mata pelajaran atau tugas sekolah
- Mencari informasi kesehatan
- Mencari berita atau informasi peristiwa-peristiwa terkini yang terjadi di dunia, baik di
dalam negeri maupun luar negeri
1.      Mencari informasi pendidikan selanjutnya
2.      Mencari informasi terkait dengan hobi atau minat, seperti: otomotif, membaca buku, dll.
3.      Mencari informasi hiburan
4.      Mengirim atau menerima pesan email
5.      Mengunjungi situs social networking, seperti: friendster, facebook,myspace,dll.
6.      Mencari gambar, seperti: kartun, wallpaper, screen saver, artis yang disukai, dll
7.      Chatting dengan teman atau orang lain
8.      Men-download lagu
9.      Mengirim atau menerima pesan email
10.  Bermain game online
11.  Mengunjungi situs-situs pornografi
12.  Blogging
13.  Membeli produk secara online, misalnya buku, musik, mainan atau pakaian
14.  Membaca komik online





Mengenal dan menggunakan internet ketika memasuki masa remaja awal ini mengenai alasan yang mendorong mereka pertama kalinya mengenal dan menggunakkan internet pertama kalinya mereka yang lebih disebabkan oleh pengaruh atau ajakan teman-teman sebayanya dan juga lebih menjadikan teman sebayanya tersebut sebagai sumber belajar pertama kali dalam menggunakan internet tersebut, peneliti menyimpulkan bahwa ini ada kaitannya dengan pengaruh peer groups (teman sebaya) yang selalu melingkupi kehidupan sosial mereka, dimana remaja lebih menjadikan teman sebayanya untuk mempelajari segala sesuatu atau hal-hal baru yang sebelumnya tidak ditemui dalam hidupnya, termasuk dengan kecanggihan teknologi internet, dari pada orang yang lebih tua di sekitarnya (seperti guru, orang tua, atau saudara).

Menurut Piaget (dalam Santrock, 2001), seorang remaja termotivasi untuk memahami dunia karena perilaku adaptasi secara biologis mereka. Disini para remaja beradaptasi dengan lingkungn teman sebayanya yang telah lebih mengenal internet. Dalam pandangan Piaget, remaja secara aktif membangun dunia kognitif mereka, di mana informasi yang didapatkan tidak langsung diterima begitu saja ke dalam skema kognitif mereka. Tetapi mereka belajar lebih banyak tentang informasi tersebut, dalam pembahasan kali ini remaja akan lebih banyak belajar mengetahui tentang internet.

Kalangan remaja di perkotaan menggunakan internet untuk untuk empat dimensi kepentingan, yaitu informasi (information utility), aktivitas kesenangan (leisure/funactivities), komunikasi (communication), dan transaksi (transactions). Meskipun dari keempat kepentingan penggunaan internet tersebut aktivitas-aktivitas internet yang dilakukan kalangan remaja di perkotaan lebih banyak ditujukan untuk aktivitas kesenangan (leisure/funactivities) dari pada untuk kepentingan lainnya, namun aktivitas internet yang paling banyak dilakukan mereka adalah mencari sumber atau bahan terkait dengan tugas atau pelajaran sekolah.

Sumber :

Sabtu, 19 November 2011

PSIKOLOGI di Internet

Psikologi di internet??
saya akan mencoba untuk membahas tentang gunanya internet dalam bidang psikologi. Seperti yang kita tahu bahwa psikologi adalah ilmu yang mempelajari prilaku manusia secara ilmiah. Dan jika dihubungkan dengan dunia internet, dalam internet kita dapat bertukar informasi tentang dunia psikologi. contoh singkatnya kita dapat menuliskan ilmu-ilmu psikologi dalam blog pribadi yang ada di dunia maya (internet) agar bisa berbagi dengan orang lain seputar dunia psikologi. serta agar orang lain lebih mengerti tentang psikologi yang benar tanpa ada kekeliruan.


selain dapat berbagi dan bertukar informasi dalam dunia psikologi, internet juga dapat digunakan sebagai media test psikologi yang dapat langsung memunculkan hasil testnya. biasanya test-test yang ada didunia maya adalah berbentuk daftar pertanyaan yang bisa langsung anda jawab. test-test ini memang tidak seakurat test yang dilakukan oleh para psikolog. tetapi test-test ini bisa anda manfaatkan untuk sekedar memahami dan lebih menerti tentang karakter anda. saya akan memberikan contoh yang sering kita lihat di social network atau facebook, di facebook ada beberapa layanan seperti quizplatfrom. di dalam quis plat from in terdapat beberapa test yang menggunakan metode test psikologi sebagai dasarnya.


dan contoh hasil dalam melakukan test tersebut adalah seperti pada gambar selanjutnya, di sini akan ada beberapa keterangan mengenai diri anda.


sekian pendapat saya tentang internet untuk psikologi.
terima kasih

Rabu, 02 November 2011

ANLISIS seseorang melalui Facebook

sebelum menganalisis seseorang dalam situs jejaring sosial. saya akan menjelaskan tentang tipe kepribadian.Dalam dunia psikologi, dikenal 4 tipe kepribadian: Sanguinis, Melankolis, Koleris & Plegmatis. saat ini saya hanya menjelaskan keempat tipe kepribadian dalam sisi positifnya saja. diantaranya adalah :

SANGUINIS
Antusias dan ekspresif
Ceria dan penuh rasa ingin tahu
Berhati tulus dan kekanak-kanakan
Senang kumpul dan berkumpul

MELANKOLIS
Analitis, mendalam, dan penuh pikiran
Artistik, musikal dan kreatif (filsafat & puitis)
Sensitif
Mau mengorbankan diri dan idealis

KOLERIS
Dinamis dan aktif
Berkemauan keras dan pasti untuk mencapai sasaran/ target
Bebas dan mandiri
Berani menghadapi tantangan dan masalah
Praktis dan bergerak cepat

PLEGMATIS
Mudah bergaul, santai, tenang dan teguh
Sabar, seimbang, dan pendengar yang baik
Tidak banyak bicara, tetapi cenderung bijaksana
Simpatik dan baik hati (sering menyembunyikan emosi)
Kuat di bidang administrasi, dan cenderung ingin segalanya terorganisasi
Penengah masalah yg baik


SELANJUTNYA saya akan menganalisis seseorang yang di lihat dari situs jejaring sosial atau facebook. Di mulai dari nama profil yang tidak menggunakan nama asli, persepsi saya dia adalah seorang wanita yang kurang percaya diri dengan apa yang ada di dirinya. sehingga awalnya saya beranggapan jika ia memiliki kepribadian melankolis yang cenderung sulit mengungkapkan perasaan.


Sedangkan jika dilihat dari hal-hal yang di minati olehnya yang tertera pada profil yang di tampilkan di facebook, dia adalah wanita yang suka dengan hal-hal yang romantis dan sangat menggunakan perasaan dalam setiap tindakannya.Ini membuktikan jika ia memang seorang wanita yang memiliki kepibadian melankolis. karena salah satu ciri yang terdapat pada wanita ini ialah analitis, mendalam, dan penuh pikiran.


Wanita ini hanya mengupdate status atau memperbarui status jika ia sedang merasa sedih atau sedang merasa sendiri, dari sini dapat di lihat jika ia adalah wanita yang memiliki sifat tertutup. Dia tidak berani mengungkapkan kesedihanya secara jelas. Hanya kata-kata puitis yang ia tuliskan di dalam dindingnya. satu lagi yang membuktikan jika ia memiliki kepribadian yang melankolis yaitu artistik dan puitis.



Dan jika dilihat dari album foto yang dimiliki wanita tersebut, ia terlihat seperti sosok wanita yang sangat menghargai persahabatan. Ia lebih banyak menggambarkan dia yang sedang bersama teman-temannya di bandingkan ketika ia sendiri.


Sekian analisis saya tentang wanita ini, jika ada kesalahan dalam menganalisis saya ucapkan mohon maaf. Ini hanyalah sebuah persepsi yang saya buat berdasarkan yang saya lihat dalam situs jejaring sosial atau facebook, yang sekarang ini dapat menjadi cerminan pribadi seseorang. yang terlihat dari penggunaannya dalam menggunakan situs jejaring sosial ini.

Rabu, 26 Oktober 2011

HARAPAN ku (cerita ku)

Harapan ku ketika aku bertemu lagi denganmu,
AKU BERHARAP kamu mau jadi teman baikku seperti saat aku dan kamu duduk di bangku sekolah Menengah Pertama. Ketika itu aku hanya lach teman yang sekedar kau kenal, lambat laun aku dan kamu menjadi teman yang saling berbagi. Berbagi dalam makanan, minuman bahkan cerita duka mu adalah cerita duka ku. Tak terasa waktu begitu cepat berlalu. Aku yang hanya bisa diam melihat kamu melambaikan tangan dalam arti yang menyedihkan, lambaian tangan yang mengartikan sebuah perpisahan yang harus aku hadapi.

tak terhenti langkah kaki mu dan hembusan nafasmu berlari menjauh dari ku. Tanpa kata dan tanpa pelukan tak sadar kamu pun semakin menjauh. Penyesalan takkan ada lagi arti.
AKU BERHARAP kamu akan menoleh dan berlari untukku.


Harapan hanyalah impian bagi ku, kamu tak pernah menoleh ataupun berlari mendekati ku.
kamu asik dengan masa remaja mu, kamu bahkan tak pernah mengingat ku.


Aku di dunia ku, dan kamu di dunia mu. tak pernah saling menyapa meski hanya di dunia maya, tak pernah saling bertemu meski hanya dalam mimpimu. kamu begitu terbuai dengan kisah cintamu di masa remaja yang ada di dunia mu. Sedangkan aku sibuk menata hati dan belajar berdiri tanpamu disisi ku. Selama aku menata hati, aku tak pernah berhenti berharap. AKU BERHARAP kamu akan muncul di depan mata ku, meski hanya ucapan "hay.." yang ku tunggu.



Masa penantian itu hampir berlalu, tapi aku begitu terbuai menunggumu meski aku tak pernah tau kapan penantian kan berlalu.



Empat tahun tanpa kabar dari mu.



Malam itu aku terpanah, seakan usai sudah penantian ku. Aku melihat mu berdiri tegak di depan rumahku, dengan raut wajah yang sama ketika kulihat dulu. tak banyak perubahan dari fisik mu. Kamu masih terlihat manis dengan bulu mata yang lentik, masih terlihat tampan dengan hidungmu yang mancung itu.




bersambung......

Minggu, 25 September 2011

STATISTIKA dan Cerita Lucu

PENGERTIAN STATISTIKA
Statistika adalah ilmu yang mempelajari bagaimana merencanakan, mengumpulkan, menganalisis, menginterpretasi, dan mempresentasikan data. Singkatnya, statistika adalah ilmu yang berkenaan dengan data. Istilah 'statistika' (bahasa Inggris: statistics) berbeda dengan 'statistik' (statistic). Statistika merupakan ilmu yang berkenaan dengan data, sedang statistik adalah data, informasi, atau hasil penerapan algoritma statistika pada suatu data. Dari kumpulan data, statistika dapat digunakan untuk menyimpulkan atau mendeskripsikan data; ini dinamakan statistika deskriptif. Sebagian besar konsep dasar statistika mengasumsikan teori probabilitas. Beberapa istilah statistika antara lain: populasi, sampel, unit sampel, dan probabilitas.
Statistika banyak diterapkan dalam berbagai disiplin ilmu, baik ilmu-ilmu alam (misalnya astronomi dan biologi maupun ilmu-ilmu sosial (termasuk sosiologi dan psikologi), maupun di bidang bisnis, ekonomi, dan industri. Statistika juga digunakan dalam pemerintahan untuk berbagai macam tujuan; sensus penduduk merupakan salah satu prosedur yang paling dikenal. Aplikasi statistika lainnya yang sekarang popular adalah prosedur jajak pendapat atau polling (misalnya dilakukan sebelum pemilihan umum), serta jajak cepat (perhitungan cepat hasil pemilu) atau quick count. Di bidang komputasi, statistika dapat pula diterapkan dalam pengenalan pola maupun kecerdasan buatan.

SEJARAH STATISTIKA
Penggunaan istilah statistika berakar dari istilah istilah dalam bahasa latin modern statisticum collegium ("dewan negara") dan bahasa Italia statista ("negarawan" atau "politikus").
Gottfried Achenwall (1749) menggunakan Statistik dalam bahasa Jerman untuk pertama kalinya sebagai nama bagi kegiatan analisis data kenegaraan, dengan mengartikannya sebagai "ilmu tentang negara (state)". Pada awal abad ke-19 telah terjadi pergeseran arti menjadi "ilmu mengenai pengumpulan dan klasifikasi data". Sir John Sinclair memperkenalkan nama (Statistics) dan pengertian ini ke dalam bahasa Inggris. Jadi, statistika secara prinsip mula-mula hanya mengurus data yang dipakai lembaga-lembaga administratif dan pemerintahan. Pengumpulan data terus berlanjut, khususnya melalui sensus yang dilakukan secara teratur untuk memberi informasi kependudukan yang berubah setiap saat.
Pada abad ke-19 dan awal abad ke-20 statistika mulai banyak menggunakan bidang-bidang dalam matematika, terutama peluang. Cabang statistika yang pada saat ini sangat luas digunakan untuk mendukung metode ilmiah, statistika inferensi, dikembangkan pada paruh kedua abad ke-19 dan awal abad ke-20 oleh Ronald Fisher (peletak dasar statistika inferensi), Karl Pearson (metode regresi linear), dan William Sealey Gosset (meneliti problem sampel berukuran kecil). Penggunaan statistika pada masa sekarang dapat dikatakan telah menyentuh semua bidang ilmu pengetahuan, mulai dari astronomi hingga linguistika. Bidang-bidang ekonomi, biologi dan cabang-cabang terapannya, serta psikologi banyak dipengaruhi oleh statistika dalam metodologinya. Akibatnya lahirlah ilmu-ilmu gabungan seperti ekonometrika, biometrika (atau biostatistika), dan psikometrika.
Meskipun ada pihak yang menganggap statistika sebagai cabang dari matematika, tetapi sebagian pihak lainnya menganggap statistika sebagai bidang yang banyak terkait dengan matematika melihat dari sejarah dan aplikasinya. Di Indonesia, kajian statistika sebagian besar masuk dalam fakultas matematika dan ilmu pengetahuan alam, baik di dalam departemen tersendiri maupun tergabung dengan matematika.

CERITA LUCU TENTANG STATISTIKA
1. Si Guru dan Muridnya
Seorang guru mengajarkan pengenalan tentang ilmu statistik kepada murid-muridnya

Guru: “Ingat ya, statistik itu tidak bohong. Contohnya, jika dua belas orang dapat membangun sebuah rumah dalam 1 hari, satu orang dapat membangun rumah yang sama dalam 12 hari. Kalian paham yang kumaksud?”"

Murid-murid: “Maksud guru berarti jika satu perahu dapat mengarungi satu samudera dalam 6 hari, enam perahu dapat mengarungi samudera dalam sehari?”

Guru: #$$$%%%^$&&
2. Kematian satu orang adalah tragedi; kematian sejuta orang adalah statistik — Joseph Stalin
Saya tak hendak membicarakan Stalin (yang hingga kini dibenci anak perempuannya, yang kemudian mengganti nama supaya tak dikenali di Amerika), tetapi statistik. Satu aspek statistik yang paling awal dikenal (jaman SD) barangkali berhubungan dengan masalah demografi; misal: populasi penduduk, sebaran penduduk dan lainnya. Dengan berjalannya waktu, kita mengenal regresi linear, histogram, pie chart dan lainnya. Itu semua representasi statistik, bukan statistik. Statistik barangkali bercerita tentang data-data dan korelasi; statistik bercerita tentang trend atau kecenderungan; statistik berbicara tentang konklusi; statistik, pada akhirnya, adalah desisi alias keputusan.
Pada 2001 saya mengambil kuliah statistik (dan probabilitas) lewat sebuah kebetulan. Karena ingin “membuang” mata kuliah dengan angka buruk, saya mesti mengambil satu mata kuliah dengan jumlah kredit sama. Mata kuliah lain tersedia namun bisa membuat saya pindah spesialisasi; jadinya saya mengambil yang agak generic, yaitu statistik. Entah bagaimana isinya, tapi yang saya dengar, dosennya baik. Ternyata benar: lebih dari itu, dosennya suka dongeng, cerita lucu dan memberikan pencerahan yang non-statistik. Lumayan, bikin gak ngantuk. Ia juga meminta mahasiswa membuka www.ngakak.com supaya tidak stress. Tak jelas untuk apa statistik ini nantinya, yang jelas saya lulus dengan nilai lumayan (meski lupa ujiannya seperti apa).
Hari ini saya membaca statistik lagi. Untuk apa? Yang jelas, pekerjaan sekarang menggunakan statistik untuk mengambil keputusan; keputusan mengenai penjualan, peningkatan produktivitas pabrik, supplier, evaluasi produk dan lainnya. Ada trend yang menjadi fungsi waktu [work week]. Ada data supplier yang ngaco. Ada hasil evaluasi yang mengecilkan hati. Macam-macam reaksi yang ditimbulkan grafik representasi statistik itu. Hari ini saya menyadari bahwa statistik itu penting. Sepenting kematian sejuta orang yang dibilang Stalin. Di sana nama menjadi anonim, yang kemudian ditanyakan adalah untuk apa mereka mati, mengapa mereka mati, siapa yang membunuhnya. Kelanjutan dari statisk biasanya tak pernah berhenti, tetapi menghembus kontinu seperti angin, meski dengan arah dan kecepatan yang berbeda.
Rusaknya satu hard disk itu tragedi (karena kita hanya punya satu di rumah), dan rusaknya sejuta hard disk itu statistik (yang kemudian menyebabkan direktur dipecat).
Hari ini saya membeli buku statistik. Ada gambar Gauss di sampulnya. Siapa dia? Dia, seingat saya, matematikawan Jerman yang namanya sering disebut dalam statistik, metode numerik, aljabar, mekanika dan lainnya. Waktu Gauss SD, seorang guru memerintahkan semua murid untuk menjumlahkan 1 sampai 100. Murid kemudian sibuk menulis deret angka secara vertikal, lalu mulai menjumlah. Gauss diam. Ia hanya menulis satu baris, lalu diam lagi. Gurunya bertanya: kenapa kamu tak mengerjakan? Apa kamu tahu jawabannya secepat itu? Gauss menunjukkan kertas dan menulis hasilnya: “5050″. Gauss menciptakan cara perhitungan dari suatu pola ketika semua orang sibuk menghitung. Sensitif terhadap angka seperti Gauss? “Berenanglah” di dunia statistik juga.
3. Jebakan Nilai Rata-rata
Ditulis oleh http://researchexpert.wordpress.com Senin, 31 Januari 2011 04:36
Berita - Humor Statistik



Rata-rata dan standar deviasi merupakan dua pengukuran dalam statistika yang seharusnya digunakan secara simultan. Namun para pengguna data, tidak hanya orang awam riset dan statistik bahkan mereka yang sehari-hari menggeluti riset dan statistik, acap kali hanya menampilkan nilai rata-rata.
Padahal kedua ukuran yang menggambarkan kecenderungan data ini diciptakan untuk saling melengkapi, jika hanya satu yang ditampilkan (khususnya nilai rata-rata) dapat mengakibatkan misleading terhadap data sehingga berdampak pada kesalahan dalam pengambilan keputusan. Separah itu kah? Ya! Karena rata-rata sangat rentan terhadap yang namanya pecicilan eh…pecilan alias nilai ekstrim, alias outliers. Standar deviasi berperan sebagai detektor keberadaan pecilan, sehingga jika persentase standar deviasi terhadap rata-rata lebih dari 30% apalagi lebih dari 100% maka sebuah gugus data dapat dikatakan tidak memiliki sebaran data yang baik alias mengandung oknum-oknum pecilan.
Ada kisah humor klasik dari buku “dongeng statistik” yang menggambarkan “bahaya” dari pemisahan kedua ukuran ini. Begini ceritanya …
Alkisah di negeri deskriptif tersebutlah seorang murid yang baru belajar jurus-jurus statistik, sebut saja Paijo. Paijo baru saja menyelesaikan jurus menghitung nilai rata-rata namun belum mempelajari jurus menghitung nilai standar deviasi. Paijo sangat menguasai jurus rata-rata dan sangat percaya diri karenanya. Suatu waktu Paijo ingin berkunjung ke negeri inferensia menemui seorang seniornya. Untuk sampai ke negeri inferensia Paijo harus menyeberang sebuah sungai yang lebar dan tidak diketahui kedalamannya. Tiba di pinggir sungai Paijo bertemu dengan seorang kakek berjubah putih, dari penampilannya sang kakek sepertinya seorang pendekar statistik. Paijo pun bertanya pada si kakek, “Kek, numpang nanya, apakah kakek tahu berapa rata-rata kedalaman sungai ini?” Si kakek sambil tersenyum menjawab “ tahu cu, rata-rata kedalaman sungai ini adalah 1.5 meter”. “wah enteng” pikir Paijo dalam hati. “Saya kan tingginya 1.70 meter, jadi saya bisa menyeberang sungai ini tanpa menggunakan rakit”. “Baik kek, terima kasih atas informasinya”. Paijo dengan penuh percaya diri menyeberang sungai tersebut. Tapi belum 5 meter dia menyeberang tiba-tiba tubuhnya terperosok dan tenggelam, apes bagi Paijo ternyata dia tidak bisa berenang, akhirnya dia meninggal dunia.
Singkat cerita di alam baka Paijo kembali bertemu dengan sang kakek berjubah putih tadi, yang ternyata seorang malaikat. Dengan geram Paijo berkata kepada si Kakek, “Kek, gimana sih katanya rata-rata kedalaman sungainya hanya 1.5 meter, buktinya saya tenggelam dan mati! Si kakek dengan senyum mesem berkata “Cu, kamu kan bertanya berapa rata-rata kedalaman sungainya, memang benar rata-ratanya hanya 1.5 meter, tapi kamu tidak menanyakan standar deviasinya, standar deviasinya adalah 5 meter karena ada palung sedalam 15 meter….(huaa ha..ha…ha…, lucu ngga sih?)
Saya tidak mengharapkan pembaca tertawa setelah membaca kisah di atas, tapi kalau sampai tertawa berarti selera humor Anda sangat berkelas (he..he..he..). Saya hanya ingin menghimbau, pada saat menggunakan nilai rata-rata jangan pernah lupakan nilai standar deviasi, jangan pernah pisahkan mereka, kalau tidak ingin tenggelam dalam sungai jebakan data

Sumber:
http://id.wikipedia.org/wiki/Statistika
http://wakakak.net/ilmu-statistik-tidak-bohong.html
http://muarojambikab.bps.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=190:jebakan-nilai-rata-rata&catid=54:cathumor&Itemid=82