Kamis, 22 Maret 2012

Konsep, Dimensi, dan Sejarah Singkat KESEHATAN MENTAL

Setiap orang ingin hidup sehat. Tapi kebanyakan orang menganggap hidup sehat adalah hidup yang fisiknya baik, atau tidak terserang gangguan fisik (sakit). Disini saya akan sedikit mengulas tentang kesehatan. Kesehatan yang sebenarnya adalah tidak hanya berdasarkan fisik, jadi sehat yang sebenarnya mempunyai 2 konsep kesehatan berdasarkan kajian umum tentang kesehatan, yaitu :
1.    Konsep sehat dipandang dari sudut fisik secara individu
Kosep sehat secara fisik dan bersifat individu ialah seseorang dikatakan sehat bila semua organ tubuh dapat berfungsi dengan baik dan dapat berfungsi dalam batas-batas normal sesuai dengan umur dan jenis kelamin.

2.     Konsep sehat di pandang dari sudut ekologi
Konsep sehat berdasarkan ekologi ialah sehat berarti proses penyesuaian antara individu dengan lingkungannya. Proses ini berjalah terus menerus dan berubah-ubah sesuai dengan perubahan lingkungan yang mengubah keseimbangan ekologi dan untuk mempertahankan kesehatannya orang dituntut untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan.

Dari 2 konsep kesehatan yang telah di jelaskan, kesehatan bukan hanya sekedar sehat secara fisik. Tetapi juga harus sehat secara sudut pandang ekologi atau dapat disebut juga sebagai kesehatan mental. Ada beberapa pengertian tentang kesehatan mental. Saya mencoba mengkaji beberapa definisi kesehatan mental dari beberapa buku yang saya baca, diantaranya adalah : Kesehatan mental adalah terhindarnya individu dari simtom-simtom neurosis dan psikosis; kesehatan mental adalah kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan diri sndri, dengan orang lain, dan masyarakat di mana ia hidup.
Kesimpulan dari beberapa definisi diatas adalah orang yang bermental sehat adalah orang yang dapat menguasai segala faktor dalam hidupnya sehingga ia dapat mengatasi kekalutan mental sebagai akibat dari tekanan-tekanan perasaan dan hal-hal yang menimbulkan frustasi.
Selain konsep kesehatan saya juga akan mencoba mengkaji tentang dimensi kesehatan. Menurut beberapa ahli yang ada di WHO, dimensi kesehatan mempunyai 4 dimensi sehat diantaranya adalah:
1.    Sehat secara fisik
2.    Sehat secara psikologis
3.    Sehat secara sosial
4.    Sehat secara spiritual

Sejarah Perkembangan Kesehatan Mental

A.     MASA PRA ILMIAH
Seperti juga psikologi yang mempelajari hidup kejiwaan manusia, dan memiliki usia sejak adanya manusia di dunia, maka masalah kesehatan jiwa itupun telah ada sejak beribu-ribu tahun yang lalu dalam bentuk pengetahuan yang sederhana.
Beratus-ratus tahun yang lalu orang menduga bahwa penyebab penyakit mental adalah syaitan-syaitan, roh-roh jahat dan dosa-dosa. Oleh karena itu para penderita penyakit mental dimasukkan dalam penjara-penjara di bawah tanah atau dihukum dan diikat erat-erat dengan rantai besi yang berat dan kuat. Namun, lambat laun ada usaha-usaha kemanusiaan yang mengadakan perbaikan dalam  menanggulangi orang-orang yang terganggu mentalnya ini. Philippe Pinel di Perancis dan William Tuke dari Inggris adalah salah satu contoh orang yang berjasa dalam mengatasi dan menanggulangi orang-orang yang terkena penyakit mental. Masa-masa Pinel dan Tuke ini selanjutnya dikenal dengan masa pra ilmiah karena hanya usaha dan praksis yang mereka lakukan tanpa adanya teori-teori yang dikemukakan

B.    MASA ILMIAH
Masa selanjutnya adalah masa ilmiah, dimana tidak hanya praksis yang dilakukan tetapi berbagai teori mengenai kesehatan mental dikemukakan. Masa ini berkembang seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan alam di Eropa.
Dorothea Dix merupakan seorang pionir wanita dalam usaha-usaha kemanusiaan berasal dari Amerika. Ia berusaha menyembuhkan dan memelihara para penderita penyakit mental dan orang-orang gila. Sangat banyak jasanya dalam memperluas dan memperbaiki kondisi dari 32 rumah sakit jiwa di seluruh negara Amerika bahkan sampai ke Eropa. Atas jasa-jasa besarnya inilah Dix dapat disebut sebagai tokoh besar pada abad ke-19.
Tokoh lain yang banyak pula memberikan jasanya pada ranah kesehatan mental adalah Clifford Whittingham Beers (1876-1943). Beers pernah sakit mental dan dirawat selama dua tahun dalam beberapa rumah sakit jiwa. Ia mengalami sendiri betapa kejam dan kerasnya perlakuan serta cara penyembuhan atau pengobatan dalam asylum-asylum tersebut. Sering ia didera dengan pukulan-pukulan dan jotosan-jotosan, dan menerima hinaan-hinaan yang menyakitkan hati dari perawat-perawat yang kejam. Dan banyak lagi perlakuan-perlakuan kejam yang tidak berperi kemanusiaan dialaminya dalam rumah sakit jiwa tersebut. Setelah dirawat selama dua tahun, beruntung Beers bisa sembuh.

Zainul S.T, Ust.Zen. (2007). Kekuatan Metode Lafidzi sehat dengan olah lahir, pikir, dan dzikir. Tanggerang : Qultum Media.
Dudiarto, Dr.Eko, anggraeni, Dr.Dewi. (2003). Pengantar Epidemologi edisi 2. Jakarta : Buku Kedokteran EGC.
Kartono, Dr. Kartini. (1989). Hygiene Mental dan Kesehatan Mental dalam Islam, Bandung: CV. Mandar Maju.

0 komentar:

Posting Komentar