Setiap orang ingin hidup sehat. Tapi kebanyakan orang menganggap hidup sehat adalah hidup yang fisiknya baik, atau tidak terserang gangguan fisik (sakit). Disini saya akan sedikit mengulas tentang kesehatan. Kesehatan yang sebenarnya adalah tidak hanya berdasarkan fisik, jadi sehat yang sebenarnya mempunyai 2 konsep kesehatan berdasarkan kajian umum tentang kesehatan, yaitu :
1. Konsep sehat dipandang dari sudut fisik secara individu
Kosep sehat secara fisik dan bersifat individu ialah seseorang dikatakan sehat bila semua organ tubuh dapat berfungsi dengan baik dan dapat berfungsi dalam batas-batas normal sesuai dengan umur dan jenis kelamin.
2. Konsep sehat di pandang dari sudut ekologi
Konsep sehat berdasarkan ekologi ialah sehat berarti proses penyesuaian antara individu dengan lingkungannya. Proses ini berjalah terus menerus dan berubah-ubah sesuai dengan perubahan lingkungan yang mengubah keseimbangan ekologi dan untuk mempertahankan kesehatannya orang dituntut untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan.
Dari 2 konsep kesehatan yang telah di jelaskan, kesehatan bukan hanya sekedar sehat secara fisik. Tetapi juga harus sehat secara sudut pandang ekologi atau dapat disebut juga sebagai kesehatan mental. Ada beberapa pengertian tentang kesehatan mental. Saya mencoba mengkaji beberapa definisi kesehatan mental dari beberapa buku yang saya baca, diantaranya adalah : Kesehatan mental adalah terhindarnya individu dari simtom-simtom neurosis dan psikosis; kesehatan mental adalah kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan diri sndri, dengan orang lain, dan masyarakat di mana ia hidup.
Kesimpulan dari beberapa definisi diatas adalah orang yang bermental sehat adalah orang yang dapat menguasai segala faktor dalam hidupnya sehingga ia dapat mengatasi kekalutan mental sebagai akibat dari tekanan-tekanan perasaan dan hal-hal yang menimbulkan frustasi.
Selain konsep kesehatan saya juga akan mencoba mengkaji tentang dimensi kesehatan. Menurut beberapa ahli yang ada di WHO, dimensi kesehatan mempunyai 4 dimensi sehat diantaranya adalah:
1. Sehat secara fisik
2. Sehat secara psikologis
3. Sehat secara sosial
4. Sehat secara spiritual
Sejarah Perkembangan Kesehatan Mental
A. MASA PRA ILMIAH
Seperti juga psikologi yang mempelajari hidup kejiwaan manusia, dan memiliki usia sejak adanya manusia di dunia, maka masalah kesehatan jiwa itupun telah ada sejak beribu-ribu tahun yang lalu dalam bentuk pengetahuan yang sederhana.
Beratus-ratus tahun yang lalu orang menduga bahwa penyebab penyakit mental adalah syaitan-syaitan, roh-roh jahat dan dosa-dosa. Oleh karena itu para penderita penyakit mental dimasukkan dalam penjara-penjara di bawah tanah atau dihukum dan diikat erat-erat dengan rantai besi yang berat dan kuat. Namun, lambat laun ada usaha-usaha kemanusiaan yang mengadakan perbaikan dalam menanggulangi orang-orang yang terganggu mentalnya ini. Philippe Pinel di Perancis dan William Tuke dari Inggris adalah salah satu contoh orang yang berjasa dalam mengatasi dan menanggulangi orang-orang yang terkena penyakit mental. Masa-masa Pinel dan Tuke ini selanjutnya dikenal dengan masa pra ilmiah karena hanya usaha dan praksis yang mereka lakukan tanpa adanya teori-teori yang dikemukakan
B. MASA ILMIAH
Masa selanjutnya adalah masa ilmiah, dimana tidak hanya praksis yang dilakukan tetapi berbagai teori mengenai kesehatan mental dikemukakan. Masa ini berkembang seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan alam di Eropa.
Dorothea Dix merupakan seorang pionir wanita dalam usaha-usaha kemanusiaan berasal dari Amerika. Ia berusaha menyembuhkan dan memelihara para penderita penyakit mental dan orang-orang gila. Sangat banyak jasanya dalam memperluas dan memperbaiki kondisi dari 32 rumah sakit jiwa di seluruh negara Amerika bahkan sampai ke Eropa. Atas jasa-jasa besarnya inilah Dix dapat disebut sebagai tokoh besar pada abad ke-19.
Tokoh lain yang banyak pula memberikan jasanya pada ranah kesehatan mental adalah Clifford Whittingham Beers (1876-1943). Beers pernah sakit mental dan dirawat selama dua tahun dalam beberapa rumah sakit jiwa. Ia mengalami sendiri betapa kejam dan kerasnya perlakuan serta cara penyembuhan atau pengobatan dalam asylum-asylum tersebut. Sering ia didera dengan pukulan-pukulan dan jotosan-jotosan, dan menerima hinaan-hinaan yang menyakitkan hati dari perawat-perawat yang kejam. Dan banyak lagi perlakuan-perlakuan kejam yang tidak berperi kemanusiaan dialaminya dalam rumah sakit jiwa tersebut. Setelah dirawat selama dua tahun, beruntung Beers bisa sembuh.
Zainul S.T, Ust.Zen. (2007). Kekuatan Metode Lafidzi sehat dengan olah lahir, pikir, dan dzikir. Tanggerang : Qultum Media.
Dudiarto, Dr.Eko, anggraeni, Dr.Dewi. (2003). Pengantar Epidemologi edisi 2. Jakarta : Buku Kedokteran EGC.
Kartono, Dr. Kartini. (1989). Hygiene Mental dan Kesehatan Mental dalam Islam, Bandung: CV. Mandar Maju.
skip to main |
skip to sidebar
Kamis, 22 Maret 2012
Selasa, 03 Januari 2012
ULASAN JURNAL : Perilaku Penggunaan Internet pada Kalangan Remaja di Perkotaan
Pada kali ini saya akan mengulas jurnal mengenai perilaku penggunaan internet pada kalangan remaja di perkotaan. Remaja pada zaman sekarang memang sangat membutuhkan internet, bukan hanya sebagai ladang informasi tetapi juga sebagai ladang kesenangan, ladang transaksi, dan juga ladang komunikasi.
Remaja saat ini sangat terpengaruh oleh dunia internet, bukan hanya terpengaruh tetapi juga sangat bergantung pada internet ini. Kepentingan Penggunaan Internet pada Kalangan Remaja di Perkotaan Dari sejumlah aktivitas internet yang diajukan peneliti saat melakukan penyebaran kuesioner bahwa terdapat beberapa aktivitas internet yang dilakukan kalangan remaja di perkotaan, antara lain:
- Mencari sumber-sumber/bahan-bahan terkait dengan mata pelajaran atau tugas sekolah
- Mencari informasi kesehatan
- Mencari berita atau informasi peristiwa-peristiwa terkini yang terjadi di dunia, baik di
dalam negeri maupun luar negeri
1. Mencari informasi pendidikan selanjutnya
2. Mencari informasi terkait dengan hobi atau minat, seperti: otomotif, membaca buku, dll.
3. Mencari informasi hiburan
4. Mengirim atau menerima pesan email
5. Mengunjungi situs social networking, seperti: friendster, facebook,myspace,dll.
6. Mencari gambar, seperti: kartun, wallpaper, screen saver, artis yang disukai, dll
7. Chatting dengan teman atau orang lain
8. Men-download lagu
9. Mengirim atau menerima pesan email
10. Bermain game online
11. Mengunjungi situs-situs pornografi
12. Blogging
13. Membeli produk secara online, misalnya buku, musik, mainan atau pakaian
14. Membaca komik online
Mengenal dan menggunakan internet ketika memasuki masa remaja awal ini mengenai alasan yang mendorong mereka pertama kalinya mengenal dan menggunakkan internet pertama kalinya mereka yang lebih disebabkan oleh pengaruh atau ajakan teman-teman sebayanya dan juga lebih menjadikan teman sebayanya tersebut sebagai sumber belajar pertama kali dalam menggunakan internet tersebut, peneliti menyimpulkan bahwa ini ada kaitannya dengan pengaruh peer groups (teman sebaya) yang selalu melingkupi kehidupan sosial mereka, dimana remaja lebih menjadikan teman sebayanya untuk mempelajari segala sesuatu atau hal-hal baru yang sebelumnya tidak ditemui dalam hidupnya, termasuk dengan kecanggihan teknologi internet, dari pada orang yang lebih tua di sekitarnya (seperti guru, orang tua, atau saudara).
Menurut Piaget (dalam Santrock, 2001), seorang remaja termotivasi untuk memahami dunia karena perilaku adaptasi secara biologis mereka. Disini para remaja beradaptasi dengan lingkungn teman sebayanya yang telah lebih mengenal internet. Dalam pandangan Piaget, remaja secara aktif membangun dunia kognitif mereka, di mana informasi yang didapatkan tidak langsung diterima begitu saja ke dalam skema kognitif mereka. Tetapi mereka belajar lebih banyak tentang informasi tersebut, dalam pembahasan kali ini remaja akan lebih banyak belajar mengetahui tentang internet.
Kalangan remaja di perkotaan menggunakan internet untuk untuk empat dimensi kepentingan, yaitu informasi (information utility), aktivitas kesenangan (leisure/funactivities), komunikasi (communication), dan transaksi (transactions). Meskipun dari keempat kepentingan penggunaan internet tersebut aktivitas-aktivitas internet yang dilakukan kalangan remaja di perkotaan lebih banyak ditujukan untuk aktivitas kesenangan (leisure/funactivities) dari pada untuk kepentingan lainnya, namun aktivitas internet yang paling banyak dilakukan mereka adalah mencari sumber atau bahan terkait dengan tugas atau pelajaran sekolah.
Sumber :
Sabtu, 19 November 2011
PSIKOLOGI di Internet
Psikologi di internet??
saya akan mencoba untuk membahas tentang gunanya internet dalam bidang psikologi. Seperti yang kita tahu bahwa psikologi adalah ilmu yang mempelajari prilaku manusia secara ilmiah. Dan jika dihubungkan dengan dunia internet, dalam internet kita dapat bertukar informasi tentang dunia psikologi. contoh singkatnya kita dapat menuliskan ilmu-ilmu psikologi dalam blog pribadi yang ada di dunia maya (internet) agar bisa berbagi dengan orang lain seputar dunia psikologi. serta agar orang lain lebih mengerti tentang psikologi yang benar tanpa ada kekeliruan.
selain dapat berbagi dan bertukar informasi dalam dunia psikologi, internet juga dapat digunakan sebagai media test psikologi yang dapat langsung memunculkan hasil testnya. biasanya test-test yang ada didunia maya adalah berbentuk daftar pertanyaan yang bisa langsung anda jawab. test-test ini memang tidak seakurat test yang dilakukan oleh para psikolog. tetapi test-test ini bisa anda manfaatkan untuk sekedar memahami dan lebih menerti tentang karakter anda. saya akan memberikan contoh yang sering kita lihat di social network atau facebook, di facebook ada beberapa layanan seperti quizplatfrom. di dalam quis plat from in terdapat beberapa test yang menggunakan metode test psikologi sebagai dasarnya.
dan contoh hasil dalam melakukan test tersebut adalah seperti pada gambar selanjutnya, di sini akan ada beberapa keterangan mengenai diri anda.
sekian pendapat saya tentang internet untuk psikologi.
terima kasih
saya akan mencoba untuk membahas tentang gunanya internet dalam bidang psikologi. Seperti yang kita tahu bahwa psikologi adalah ilmu yang mempelajari prilaku manusia secara ilmiah. Dan jika dihubungkan dengan dunia internet, dalam internet kita dapat bertukar informasi tentang dunia psikologi. contoh singkatnya kita dapat menuliskan ilmu-ilmu psikologi dalam blog pribadi yang ada di dunia maya (internet) agar bisa berbagi dengan orang lain seputar dunia psikologi. serta agar orang lain lebih mengerti tentang psikologi yang benar tanpa ada kekeliruan.
selain dapat berbagi dan bertukar informasi dalam dunia psikologi, internet juga dapat digunakan sebagai media test psikologi yang dapat langsung memunculkan hasil testnya. biasanya test-test yang ada didunia maya adalah berbentuk daftar pertanyaan yang bisa langsung anda jawab. test-test ini memang tidak seakurat test yang dilakukan oleh para psikolog. tetapi test-test ini bisa anda manfaatkan untuk sekedar memahami dan lebih menerti tentang karakter anda. saya akan memberikan contoh yang sering kita lihat di social network atau facebook, di facebook ada beberapa layanan seperti quizplatfrom. di dalam quis plat from in terdapat beberapa test yang menggunakan metode test psikologi sebagai dasarnya.
dan contoh hasil dalam melakukan test tersebut adalah seperti pada gambar selanjutnya, di sini akan ada beberapa keterangan mengenai diri anda.
sekian pendapat saya tentang internet untuk psikologi.
terima kasih
Rabu, 02 November 2011
ANLISIS seseorang melalui Facebook
sebelum menganalisis seseorang dalam situs jejaring sosial. saya akan menjelaskan tentang tipe kepribadian.Dalam dunia psikologi, dikenal 4 tipe kepribadian: Sanguinis, Melankolis, Koleris & Plegmatis. saat ini saya hanya menjelaskan keempat tipe kepribadian dalam sisi positifnya saja. diantaranya adalah :
SANGUINIS
Antusias dan ekspresif
Ceria dan penuh rasa ingin tahu
Berhati tulus dan kekanak-kanakan
Senang kumpul dan berkumpul
MELANKOLIS
Analitis, mendalam, dan penuh pikiran
Artistik, musikal dan kreatif (filsafat & puitis)
Sensitif
Mau mengorbankan diri dan idealis
KOLERIS
Dinamis dan aktif
Berkemauan keras dan pasti untuk mencapai sasaran/ target
Bebas dan mandiri
Berani menghadapi tantangan dan masalah
Praktis dan bergerak cepat
PLEGMATIS
Mudah bergaul, santai, tenang dan teguh
Sabar, seimbang, dan pendengar yang baik
Tidak banyak bicara, tetapi cenderung bijaksana
Simpatik dan baik hati (sering menyembunyikan emosi)
Kuat di bidang administrasi, dan cenderung ingin segalanya terorganisasi
Penengah masalah yg baik
SELANJUTNYA saya akan menganalisis seseorang yang di lihat dari situs jejaring sosial atau facebook. Di mulai dari nama profil yang tidak menggunakan nama asli, persepsi saya dia adalah seorang wanita yang kurang percaya diri dengan apa yang ada di dirinya. sehingga awalnya saya beranggapan jika ia memiliki kepribadian melankolis yang cenderung sulit mengungkapkan perasaan.
Sedangkan jika dilihat dari hal-hal yang di minati olehnya yang tertera pada profil yang di tampilkan di facebook, dia adalah wanita yang suka dengan hal-hal yang romantis dan sangat menggunakan perasaan dalam setiap tindakannya.Ini membuktikan jika ia memang seorang wanita yang memiliki kepibadian melankolis. karena salah satu ciri yang terdapat pada wanita ini ialah analitis, mendalam, dan penuh pikiran.
Wanita ini hanya mengupdate status atau memperbarui status jika ia sedang merasa sedih atau sedang merasa sendiri, dari sini dapat di lihat jika ia adalah wanita yang memiliki sifat tertutup. Dia tidak berani mengungkapkan kesedihanya secara jelas. Hanya kata-kata puitis yang ia tuliskan di dalam dindingnya. satu lagi yang membuktikan jika ia memiliki kepribadian yang melankolis yaitu artistik dan puitis.
Dan jika dilihat dari album foto yang dimiliki wanita tersebut, ia terlihat seperti sosok wanita yang sangat menghargai persahabatan. Ia lebih banyak menggambarkan dia yang sedang bersama teman-temannya di bandingkan ketika ia sendiri.
Sekian analisis saya tentang wanita ini, jika ada kesalahan dalam menganalisis saya ucapkan mohon maaf. Ini hanyalah sebuah persepsi yang saya buat berdasarkan yang saya lihat dalam situs jejaring sosial atau facebook, yang sekarang ini dapat menjadi cerminan pribadi seseorang. yang terlihat dari penggunaannya dalam menggunakan situs jejaring sosial ini.
SANGUINIS
Antusias dan ekspresif
Ceria dan penuh rasa ingin tahu
Berhati tulus dan kekanak-kanakan
Senang kumpul dan berkumpul
MELANKOLIS
Analitis, mendalam, dan penuh pikiran
Artistik, musikal dan kreatif (filsafat & puitis)
Sensitif
Mau mengorbankan diri dan idealis
KOLERIS
Dinamis dan aktif
Berkemauan keras dan pasti untuk mencapai sasaran/ target
Bebas dan mandiri
Berani menghadapi tantangan dan masalah
Praktis dan bergerak cepat
PLEGMATIS
Mudah bergaul, santai, tenang dan teguh
Sabar, seimbang, dan pendengar yang baik
Tidak banyak bicara, tetapi cenderung bijaksana
Simpatik dan baik hati (sering menyembunyikan emosi)
Kuat di bidang administrasi, dan cenderung ingin segalanya terorganisasi
Penengah masalah yg baik
SELANJUTNYA saya akan menganalisis seseorang yang di lihat dari situs jejaring sosial atau facebook. Di mulai dari nama profil yang tidak menggunakan nama asli, persepsi saya dia adalah seorang wanita yang kurang percaya diri dengan apa yang ada di dirinya. sehingga awalnya saya beranggapan jika ia memiliki kepribadian melankolis yang cenderung sulit mengungkapkan perasaan.
Sedangkan jika dilihat dari hal-hal yang di minati olehnya yang tertera pada profil yang di tampilkan di facebook, dia adalah wanita yang suka dengan hal-hal yang romantis dan sangat menggunakan perasaan dalam setiap tindakannya.Ini membuktikan jika ia memang seorang wanita yang memiliki kepibadian melankolis. karena salah satu ciri yang terdapat pada wanita ini ialah analitis, mendalam, dan penuh pikiran.
Wanita ini hanya mengupdate status atau memperbarui status jika ia sedang merasa sedih atau sedang merasa sendiri, dari sini dapat di lihat jika ia adalah wanita yang memiliki sifat tertutup. Dia tidak berani mengungkapkan kesedihanya secara jelas. Hanya kata-kata puitis yang ia tuliskan di dalam dindingnya. satu lagi yang membuktikan jika ia memiliki kepribadian yang melankolis yaitu artistik dan puitis.
Dan jika dilihat dari album foto yang dimiliki wanita tersebut, ia terlihat seperti sosok wanita yang sangat menghargai persahabatan. Ia lebih banyak menggambarkan dia yang sedang bersama teman-temannya di bandingkan ketika ia sendiri.
Sekian analisis saya tentang wanita ini, jika ada kesalahan dalam menganalisis saya ucapkan mohon maaf. Ini hanyalah sebuah persepsi yang saya buat berdasarkan yang saya lihat dalam situs jejaring sosial atau facebook, yang sekarang ini dapat menjadi cerminan pribadi seseorang. yang terlihat dari penggunaannya dalam menggunakan situs jejaring sosial ini.
Rabu, 26 Oktober 2011
HARAPAN ku (cerita ku)
Harapan ku ketika aku bertemu lagi denganmu,
AKU BERHARAP kamu mau jadi teman baikku seperti saat aku dan kamu duduk di bangku sekolah Menengah Pertama. Ketika itu aku hanya lach teman yang sekedar kau kenal, lambat laun aku dan kamu menjadi teman yang saling berbagi. Berbagi dalam makanan, minuman bahkan cerita duka mu adalah cerita duka ku. Tak terasa waktu begitu cepat berlalu. Aku yang hanya bisa diam melihat kamu melambaikan tangan dalam arti yang menyedihkan, lambaian tangan yang mengartikan sebuah perpisahan yang harus aku hadapi.
tak terhenti langkah kaki mu dan hembusan nafasmu berlari menjauh dari ku. Tanpa kata dan tanpa pelukan tak sadar kamu pun semakin menjauh. Penyesalan takkan ada lagi arti.
AKU BERHARAP kamu akan menoleh dan berlari untukku.
Harapan hanyalah impian bagi ku, kamu tak pernah menoleh ataupun berlari mendekati ku.
kamu asik dengan masa remaja mu, kamu bahkan tak pernah mengingat ku.
Aku di dunia ku, dan kamu di dunia mu. tak pernah saling menyapa meski hanya di dunia maya, tak pernah saling bertemu meski hanya dalam mimpimu. kamu begitu terbuai dengan kisah cintamu di masa remaja yang ada di dunia mu. Sedangkan aku sibuk menata hati dan belajar berdiri tanpamu disisi ku. Selama aku menata hati, aku tak pernah berhenti berharap. AKU BERHARAP kamu akan muncul di depan mata ku, meski hanya ucapan "hay.." yang ku tunggu.
Masa penantian itu hampir berlalu, tapi aku begitu terbuai menunggumu meski aku tak pernah tau kapan penantian kan berlalu.
Empat tahun tanpa kabar dari mu.
Malam itu aku terpanah, seakan usai sudah penantian ku. Aku melihat mu berdiri tegak di depan rumahku, dengan raut wajah yang sama ketika kulihat dulu. tak banyak perubahan dari fisik mu. Kamu masih terlihat manis dengan bulu mata yang lentik, masih terlihat tampan dengan hidungmu yang mancung itu.
bersambung......
AKU BERHARAP kamu mau jadi teman baikku seperti saat aku dan kamu duduk di bangku sekolah Menengah Pertama. Ketika itu aku hanya lach teman yang sekedar kau kenal, lambat laun aku dan kamu menjadi teman yang saling berbagi. Berbagi dalam makanan, minuman bahkan cerita duka mu adalah cerita duka ku. Tak terasa waktu begitu cepat berlalu. Aku yang hanya bisa diam melihat kamu melambaikan tangan dalam arti yang menyedihkan, lambaian tangan yang mengartikan sebuah perpisahan yang harus aku hadapi.
tak terhenti langkah kaki mu dan hembusan nafasmu berlari menjauh dari ku. Tanpa kata dan tanpa pelukan tak sadar kamu pun semakin menjauh. Penyesalan takkan ada lagi arti.
AKU BERHARAP kamu akan menoleh dan berlari untukku.
Harapan hanyalah impian bagi ku, kamu tak pernah menoleh ataupun berlari mendekati ku.
kamu asik dengan masa remaja mu, kamu bahkan tak pernah mengingat ku.
Aku di dunia ku, dan kamu di dunia mu. tak pernah saling menyapa meski hanya di dunia maya, tak pernah saling bertemu meski hanya dalam mimpimu. kamu begitu terbuai dengan kisah cintamu di masa remaja yang ada di dunia mu. Sedangkan aku sibuk menata hati dan belajar berdiri tanpamu disisi ku. Selama aku menata hati, aku tak pernah berhenti berharap. AKU BERHARAP kamu akan muncul di depan mata ku, meski hanya ucapan "hay.." yang ku tunggu.
Masa penantian itu hampir berlalu, tapi aku begitu terbuai menunggumu meski aku tak pernah tau kapan penantian kan berlalu.
Empat tahun tanpa kabar dari mu.
Malam itu aku terpanah, seakan usai sudah penantian ku. Aku melihat mu berdiri tegak di depan rumahku, dengan raut wajah yang sama ketika kulihat dulu. tak banyak perubahan dari fisik mu. Kamu masih terlihat manis dengan bulu mata yang lentik, masih terlihat tampan dengan hidungmu yang mancung itu.
bersambung......
Minggu, 25 September 2011
STATISTIKA dan Cerita Lucu
PENGERTIAN STATISTIKA
Statistika adalah ilmu yang mempelajari bagaimana merencanakan, mengumpulkan, menganalisis, menginterpretasi, dan mempresentasikan data. Singkatnya, statistika adalah ilmu yang berkenaan dengan data. Istilah 'statistika' (bahasa Inggris: statistics) berbeda dengan 'statistik' (statistic). Statistika merupakan ilmu yang berkenaan dengan data, sedang statistik adalah data, informasi, atau hasil penerapan algoritma statistika pada suatu data. Dari kumpulan data, statistika dapat digunakan untuk menyimpulkan atau mendeskripsikan data; ini dinamakan statistika deskriptif. Sebagian besar konsep dasar statistika mengasumsikan teori probabilitas. Beberapa istilah statistika antara lain: populasi, sampel, unit sampel, dan probabilitas.
Statistika banyak diterapkan dalam berbagai disiplin ilmu, baik ilmu-ilmu alam (misalnya astronomi dan biologi maupun ilmu-ilmu sosial (termasuk sosiologi dan psikologi), maupun di bidang bisnis, ekonomi, dan industri. Statistika juga digunakan dalam pemerintahan untuk berbagai macam tujuan; sensus penduduk merupakan salah satu prosedur yang paling dikenal. Aplikasi statistika lainnya yang sekarang popular adalah prosedur jajak pendapat atau polling (misalnya dilakukan sebelum pemilihan umum), serta jajak cepat (perhitungan cepat hasil pemilu) atau quick count. Di bidang komputasi, statistika dapat pula diterapkan dalam pengenalan pola maupun kecerdasan buatan.
SEJARAH STATISTIKA
Penggunaan istilah statistika berakar dari istilah istilah dalam bahasa latin modern statisticum collegium ("dewan negara") dan bahasa Italia statista ("negarawan" atau "politikus").
Gottfried Achenwall (1749) menggunakan Statistik dalam bahasa Jerman untuk pertama kalinya sebagai nama bagi kegiatan analisis data kenegaraan, dengan mengartikannya sebagai "ilmu tentang negara (state)". Pada awal abad ke-19 telah terjadi pergeseran arti menjadi "ilmu mengenai pengumpulan dan klasifikasi data". Sir John Sinclair memperkenalkan nama (Statistics) dan pengertian ini ke dalam bahasa Inggris. Jadi, statistika secara prinsip mula-mula hanya mengurus data yang dipakai lembaga-lembaga administratif dan pemerintahan. Pengumpulan data terus berlanjut, khususnya melalui sensus yang dilakukan secara teratur untuk memberi informasi kependudukan yang berubah setiap saat.
Pada abad ke-19 dan awal abad ke-20 statistika mulai banyak menggunakan bidang-bidang dalam matematika, terutama peluang. Cabang statistika yang pada saat ini sangat luas digunakan untuk mendukung metode ilmiah, statistika inferensi, dikembangkan pada paruh kedua abad ke-19 dan awal abad ke-20 oleh Ronald Fisher (peletak dasar statistika inferensi), Karl Pearson (metode regresi linear), dan William Sealey Gosset (meneliti problem sampel berukuran kecil). Penggunaan statistika pada masa sekarang dapat dikatakan telah menyentuh semua bidang ilmu pengetahuan, mulai dari astronomi hingga linguistika. Bidang-bidang ekonomi, biologi dan cabang-cabang terapannya, serta psikologi banyak dipengaruhi oleh statistika dalam metodologinya. Akibatnya lahirlah ilmu-ilmu gabungan seperti ekonometrika, biometrika (atau biostatistika), dan psikometrika.
Meskipun ada pihak yang menganggap statistika sebagai cabang dari matematika, tetapi sebagian pihak lainnya menganggap statistika sebagai bidang yang banyak terkait dengan matematika melihat dari sejarah dan aplikasinya. Di Indonesia, kajian statistika sebagian besar masuk dalam fakultas matematika dan ilmu pengetahuan alam, baik di dalam departemen tersendiri maupun tergabung dengan matematika.
CERITA LUCU TENTANG STATISTIKA
1. Si Guru dan Muridnya
Seorang guru mengajarkan pengenalan tentang ilmu statistik kepada murid-muridnya
Guru: “Ingat ya, statistik itu tidak bohong. Contohnya, jika dua belas orang dapat membangun sebuah rumah dalam 1 hari, satu orang dapat membangun rumah yang sama dalam 12 hari. Kalian paham yang kumaksud?”"
Murid-murid: “Maksud guru berarti jika satu perahu dapat mengarungi satu samudera dalam 6 hari, enam perahu dapat mengarungi samudera dalam sehari?”
Guru: #$$$%%%^$&&
2. Kematian satu orang adalah tragedi; kematian sejuta orang adalah statistik — Joseph Stalin
Saya tak hendak membicarakan Stalin (yang hingga kini dibenci anak perempuannya, yang kemudian mengganti nama supaya tak dikenali di Amerika), tetapi statistik. Satu aspek statistik yang paling awal dikenal (jaman SD) barangkali berhubungan dengan masalah demografi; misal: populasi penduduk, sebaran penduduk dan lainnya. Dengan berjalannya waktu, kita mengenal regresi linear, histogram, pie chart dan lainnya. Itu semua representasi statistik, bukan statistik. Statistik barangkali bercerita tentang data-data dan korelasi; statistik bercerita tentang trend atau kecenderungan; statistik berbicara tentang konklusi; statistik, pada akhirnya, adalah desisi alias keputusan.
Pada 2001 saya mengambil kuliah statistik (dan probabilitas) lewat sebuah kebetulan. Karena ingin “membuang” mata kuliah dengan angka buruk, saya mesti mengambil satu mata kuliah dengan jumlah kredit sama. Mata kuliah lain tersedia namun bisa membuat saya pindah spesialisasi; jadinya saya mengambil yang agak generic, yaitu statistik. Entah bagaimana isinya, tapi yang saya dengar, dosennya baik. Ternyata benar: lebih dari itu, dosennya suka dongeng, cerita lucu dan memberikan pencerahan yang non-statistik. Lumayan, bikin gak ngantuk. Ia juga meminta mahasiswa membuka www.ngakak.com supaya tidak stress. Tak jelas untuk apa statistik ini nantinya, yang jelas saya lulus dengan nilai lumayan (meski lupa ujiannya seperti apa).
Hari ini saya membaca statistik lagi. Untuk apa? Yang jelas, pekerjaan sekarang menggunakan statistik untuk mengambil keputusan; keputusan mengenai penjualan, peningkatan produktivitas pabrik, supplier, evaluasi produk dan lainnya. Ada trend yang menjadi fungsi waktu [work week]. Ada data supplier yang ngaco. Ada hasil evaluasi yang mengecilkan hati. Macam-macam reaksi yang ditimbulkan grafik representasi statistik itu. Hari ini saya menyadari bahwa statistik itu penting. Sepenting kematian sejuta orang yang dibilang Stalin. Di sana nama menjadi anonim, yang kemudian ditanyakan adalah untuk apa mereka mati, mengapa mereka mati, siapa yang membunuhnya. Kelanjutan dari statisk biasanya tak pernah berhenti, tetapi menghembus kontinu seperti angin, meski dengan arah dan kecepatan yang berbeda.
Rusaknya satu hard disk itu tragedi (karena kita hanya punya satu di rumah), dan rusaknya sejuta hard disk itu statistik (yang kemudian menyebabkan direktur dipecat).
Hari ini saya membeli buku statistik. Ada gambar Gauss di sampulnya. Siapa dia? Dia, seingat saya, matematikawan Jerman yang namanya sering disebut dalam statistik, metode numerik, aljabar, mekanika dan lainnya. Waktu Gauss SD, seorang guru memerintahkan semua murid untuk menjumlahkan 1 sampai 100. Murid kemudian sibuk menulis deret angka secara vertikal, lalu mulai menjumlah. Gauss diam. Ia hanya menulis satu baris, lalu diam lagi. Gurunya bertanya: kenapa kamu tak mengerjakan? Apa kamu tahu jawabannya secepat itu? Gauss menunjukkan kertas dan menulis hasilnya: “5050″. Gauss menciptakan cara perhitungan dari suatu pola ketika semua orang sibuk menghitung. Sensitif terhadap angka seperti Gauss? “Berenanglah” di dunia statistik juga.
3. Jebakan Nilai Rata-rata
Ditulis oleh http://researchexpert.wordpress.com Senin, 31 Januari 2011 04:36
Berita - Humor Statistik
Rata-rata dan standar deviasi merupakan dua pengukuran dalam statistika yang seharusnya digunakan secara simultan. Namun para pengguna data, tidak hanya orang awam riset dan statistik bahkan mereka yang sehari-hari menggeluti riset dan statistik, acap kali hanya menampilkan nilai rata-rata.
Padahal kedua ukuran yang menggambarkan kecenderungan data ini diciptakan untuk saling melengkapi, jika hanya satu yang ditampilkan (khususnya nilai rata-rata) dapat mengakibatkan misleading terhadap data sehingga berdampak pada kesalahan dalam pengambilan keputusan. Separah itu kah? Ya! Karena rata-rata sangat rentan terhadap yang namanya pecicilan eh…pecilan alias nilai ekstrim, alias outliers. Standar deviasi berperan sebagai detektor keberadaan pecilan, sehingga jika persentase standar deviasi terhadap rata-rata lebih dari 30% apalagi lebih dari 100% maka sebuah gugus data dapat dikatakan tidak memiliki sebaran data yang baik alias mengandung oknum-oknum pecilan.
Ada kisah humor klasik dari buku “dongeng statistik” yang menggambarkan “bahaya” dari pemisahan kedua ukuran ini. Begini ceritanya …
Alkisah di negeri deskriptif tersebutlah seorang murid yang baru belajar jurus-jurus statistik, sebut saja Paijo. Paijo baru saja menyelesaikan jurus menghitung nilai rata-rata namun belum mempelajari jurus menghitung nilai standar deviasi. Paijo sangat menguasai jurus rata-rata dan sangat percaya diri karenanya. Suatu waktu Paijo ingin berkunjung ke negeri inferensia menemui seorang seniornya. Untuk sampai ke negeri inferensia Paijo harus menyeberang sebuah sungai yang lebar dan tidak diketahui kedalamannya. Tiba di pinggir sungai Paijo bertemu dengan seorang kakek berjubah putih, dari penampilannya sang kakek sepertinya seorang pendekar statistik. Paijo pun bertanya pada si kakek, “Kek, numpang nanya, apakah kakek tahu berapa rata-rata kedalaman sungai ini?” Si kakek sambil tersenyum menjawab “ tahu cu, rata-rata kedalaman sungai ini adalah 1.5 meter”. “wah enteng” pikir Paijo dalam hati. “Saya kan tingginya 1.70 meter, jadi saya bisa menyeberang sungai ini tanpa menggunakan rakit”. “Baik kek, terima kasih atas informasinya”. Paijo dengan penuh percaya diri menyeberang sungai tersebut. Tapi belum 5 meter dia menyeberang tiba-tiba tubuhnya terperosok dan tenggelam, apes bagi Paijo ternyata dia tidak bisa berenang, akhirnya dia meninggal dunia.
Singkat cerita di alam baka Paijo kembali bertemu dengan sang kakek berjubah putih tadi, yang ternyata seorang malaikat. Dengan geram Paijo berkata kepada si Kakek, “Kek, gimana sih katanya rata-rata kedalaman sungainya hanya 1.5 meter, buktinya saya tenggelam dan mati! Si kakek dengan senyum mesem berkata “Cu, kamu kan bertanya berapa rata-rata kedalaman sungainya, memang benar rata-ratanya hanya 1.5 meter, tapi kamu tidak menanyakan standar deviasinya, standar deviasinya adalah 5 meter karena ada palung sedalam 15 meter….(huaa ha..ha…ha…, lucu ngga sih?)
Saya tidak mengharapkan pembaca tertawa setelah membaca kisah di atas, tapi kalau sampai tertawa berarti selera humor Anda sangat berkelas (he..he..he..). Saya hanya ingin menghimbau, pada saat menggunakan nilai rata-rata jangan pernah lupakan nilai standar deviasi, jangan pernah pisahkan mereka, kalau tidak ingin tenggelam dalam sungai jebakan data
Sumber:
http://id.wikipedia.org/wiki/Statistika
http://wakakak.net/ilmu-statistik-tidak-bohong.html
http://muarojambikab.bps.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=190:jebakan-nilai-rata-rata&catid=54:cathumor&Itemid=82
Statistika adalah ilmu yang mempelajari bagaimana merencanakan, mengumpulkan, menganalisis, menginterpretasi, dan mempresentasikan data. Singkatnya, statistika adalah ilmu yang berkenaan dengan data. Istilah 'statistika' (bahasa Inggris: statistics) berbeda dengan 'statistik' (statistic). Statistika merupakan ilmu yang berkenaan dengan data, sedang statistik adalah data, informasi, atau hasil penerapan algoritma statistika pada suatu data. Dari kumpulan data, statistika dapat digunakan untuk menyimpulkan atau mendeskripsikan data; ini dinamakan statistika deskriptif. Sebagian besar konsep dasar statistika mengasumsikan teori probabilitas. Beberapa istilah statistika antara lain: populasi, sampel, unit sampel, dan probabilitas.
Statistika banyak diterapkan dalam berbagai disiplin ilmu, baik ilmu-ilmu alam (misalnya astronomi dan biologi maupun ilmu-ilmu sosial (termasuk sosiologi dan psikologi), maupun di bidang bisnis, ekonomi, dan industri. Statistika juga digunakan dalam pemerintahan untuk berbagai macam tujuan; sensus penduduk merupakan salah satu prosedur yang paling dikenal. Aplikasi statistika lainnya yang sekarang popular adalah prosedur jajak pendapat atau polling (misalnya dilakukan sebelum pemilihan umum), serta jajak cepat (perhitungan cepat hasil pemilu) atau quick count. Di bidang komputasi, statistika dapat pula diterapkan dalam pengenalan pola maupun kecerdasan buatan.
SEJARAH STATISTIKA
Penggunaan istilah statistika berakar dari istilah istilah dalam bahasa latin modern statisticum collegium ("dewan negara") dan bahasa Italia statista ("negarawan" atau "politikus").
Gottfried Achenwall (1749) menggunakan Statistik dalam bahasa Jerman untuk pertama kalinya sebagai nama bagi kegiatan analisis data kenegaraan, dengan mengartikannya sebagai "ilmu tentang negara (state)". Pada awal abad ke-19 telah terjadi pergeseran arti menjadi "ilmu mengenai pengumpulan dan klasifikasi data". Sir John Sinclair memperkenalkan nama (Statistics) dan pengertian ini ke dalam bahasa Inggris. Jadi, statistika secara prinsip mula-mula hanya mengurus data yang dipakai lembaga-lembaga administratif dan pemerintahan. Pengumpulan data terus berlanjut, khususnya melalui sensus yang dilakukan secara teratur untuk memberi informasi kependudukan yang berubah setiap saat.
Pada abad ke-19 dan awal abad ke-20 statistika mulai banyak menggunakan bidang-bidang dalam matematika, terutama peluang. Cabang statistika yang pada saat ini sangat luas digunakan untuk mendukung metode ilmiah, statistika inferensi, dikembangkan pada paruh kedua abad ke-19 dan awal abad ke-20 oleh Ronald Fisher (peletak dasar statistika inferensi), Karl Pearson (metode regresi linear), dan William Sealey Gosset (meneliti problem sampel berukuran kecil). Penggunaan statistika pada masa sekarang dapat dikatakan telah menyentuh semua bidang ilmu pengetahuan, mulai dari astronomi hingga linguistika. Bidang-bidang ekonomi, biologi dan cabang-cabang terapannya, serta psikologi banyak dipengaruhi oleh statistika dalam metodologinya. Akibatnya lahirlah ilmu-ilmu gabungan seperti ekonometrika, biometrika (atau biostatistika), dan psikometrika.
Meskipun ada pihak yang menganggap statistika sebagai cabang dari matematika, tetapi sebagian pihak lainnya menganggap statistika sebagai bidang yang banyak terkait dengan matematika melihat dari sejarah dan aplikasinya. Di Indonesia, kajian statistika sebagian besar masuk dalam fakultas matematika dan ilmu pengetahuan alam, baik di dalam departemen tersendiri maupun tergabung dengan matematika.
CERITA LUCU TENTANG STATISTIKA
1. Si Guru dan Muridnya
Seorang guru mengajarkan pengenalan tentang ilmu statistik kepada murid-muridnya
Guru: “Ingat ya, statistik itu tidak bohong. Contohnya, jika dua belas orang dapat membangun sebuah rumah dalam 1 hari, satu orang dapat membangun rumah yang sama dalam 12 hari. Kalian paham yang kumaksud?”"
Murid-murid: “Maksud guru berarti jika satu perahu dapat mengarungi satu samudera dalam 6 hari, enam perahu dapat mengarungi samudera dalam sehari?”
Guru: #$$$%%%^$&&
2. Kematian satu orang adalah tragedi; kematian sejuta orang adalah statistik — Joseph Stalin
Saya tak hendak membicarakan Stalin (yang hingga kini dibenci anak perempuannya, yang kemudian mengganti nama supaya tak dikenali di Amerika), tetapi statistik. Satu aspek statistik yang paling awal dikenal (jaman SD) barangkali berhubungan dengan masalah demografi; misal: populasi penduduk, sebaran penduduk dan lainnya. Dengan berjalannya waktu, kita mengenal regresi linear, histogram, pie chart dan lainnya. Itu semua representasi statistik, bukan statistik. Statistik barangkali bercerita tentang data-data dan korelasi; statistik bercerita tentang trend atau kecenderungan; statistik berbicara tentang konklusi; statistik, pada akhirnya, adalah desisi alias keputusan.
Pada 2001 saya mengambil kuliah statistik (dan probabilitas) lewat sebuah kebetulan. Karena ingin “membuang” mata kuliah dengan angka buruk, saya mesti mengambil satu mata kuliah dengan jumlah kredit sama. Mata kuliah lain tersedia namun bisa membuat saya pindah spesialisasi; jadinya saya mengambil yang agak generic, yaitu statistik. Entah bagaimana isinya, tapi yang saya dengar, dosennya baik. Ternyata benar: lebih dari itu, dosennya suka dongeng, cerita lucu dan memberikan pencerahan yang non-statistik. Lumayan, bikin gak ngantuk. Ia juga meminta mahasiswa membuka www.ngakak.com supaya tidak stress. Tak jelas untuk apa statistik ini nantinya, yang jelas saya lulus dengan nilai lumayan (meski lupa ujiannya seperti apa).
Hari ini saya membaca statistik lagi. Untuk apa? Yang jelas, pekerjaan sekarang menggunakan statistik untuk mengambil keputusan; keputusan mengenai penjualan, peningkatan produktivitas pabrik, supplier, evaluasi produk dan lainnya. Ada trend yang menjadi fungsi waktu [work week]. Ada data supplier yang ngaco. Ada hasil evaluasi yang mengecilkan hati. Macam-macam reaksi yang ditimbulkan grafik representasi statistik itu. Hari ini saya menyadari bahwa statistik itu penting. Sepenting kematian sejuta orang yang dibilang Stalin. Di sana nama menjadi anonim, yang kemudian ditanyakan adalah untuk apa mereka mati, mengapa mereka mati, siapa yang membunuhnya. Kelanjutan dari statisk biasanya tak pernah berhenti, tetapi menghembus kontinu seperti angin, meski dengan arah dan kecepatan yang berbeda.
Rusaknya satu hard disk itu tragedi (karena kita hanya punya satu di rumah), dan rusaknya sejuta hard disk itu statistik (yang kemudian menyebabkan direktur dipecat).
Hari ini saya membeli buku statistik. Ada gambar Gauss di sampulnya. Siapa dia? Dia, seingat saya, matematikawan Jerman yang namanya sering disebut dalam statistik, metode numerik, aljabar, mekanika dan lainnya. Waktu Gauss SD, seorang guru memerintahkan semua murid untuk menjumlahkan 1 sampai 100. Murid kemudian sibuk menulis deret angka secara vertikal, lalu mulai menjumlah. Gauss diam. Ia hanya menulis satu baris, lalu diam lagi. Gurunya bertanya: kenapa kamu tak mengerjakan? Apa kamu tahu jawabannya secepat itu? Gauss menunjukkan kertas dan menulis hasilnya: “5050″. Gauss menciptakan cara perhitungan dari suatu pola ketika semua orang sibuk menghitung. Sensitif terhadap angka seperti Gauss? “Berenanglah” di dunia statistik juga.
3. Jebakan Nilai Rata-rata
Ditulis oleh http://researchexpert.wordpress.com Senin, 31 Januari 2011 04:36
Berita - Humor Statistik
Rata-rata dan standar deviasi merupakan dua pengukuran dalam statistika yang seharusnya digunakan secara simultan. Namun para pengguna data, tidak hanya orang awam riset dan statistik bahkan mereka yang sehari-hari menggeluti riset dan statistik, acap kali hanya menampilkan nilai rata-rata.
Padahal kedua ukuran yang menggambarkan kecenderungan data ini diciptakan untuk saling melengkapi, jika hanya satu yang ditampilkan (khususnya nilai rata-rata) dapat mengakibatkan misleading terhadap data sehingga berdampak pada kesalahan dalam pengambilan keputusan. Separah itu kah? Ya! Karena rata-rata sangat rentan terhadap yang namanya pecicilan eh…pecilan alias nilai ekstrim, alias outliers. Standar deviasi berperan sebagai detektor keberadaan pecilan, sehingga jika persentase standar deviasi terhadap rata-rata lebih dari 30% apalagi lebih dari 100% maka sebuah gugus data dapat dikatakan tidak memiliki sebaran data yang baik alias mengandung oknum-oknum pecilan.
Ada kisah humor klasik dari buku “dongeng statistik” yang menggambarkan “bahaya” dari pemisahan kedua ukuran ini. Begini ceritanya …
Alkisah di negeri deskriptif tersebutlah seorang murid yang baru belajar jurus-jurus statistik, sebut saja Paijo. Paijo baru saja menyelesaikan jurus menghitung nilai rata-rata namun belum mempelajari jurus menghitung nilai standar deviasi. Paijo sangat menguasai jurus rata-rata dan sangat percaya diri karenanya. Suatu waktu Paijo ingin berkunjung ke negeri inferensia menemui seorang seniornya. Untuk sampai ke negeri inferensia Paijo harus menyeberang sebuah sungai yang lebar dan tidak diketahui kedalamannya. Tiba di pinggir sungai Paijo bertemu dengan seorang kakek berjubah putih, dari penampilannya sang kakek sepertinya seorang pendekar statistik. Paijo pun bertanya pada si kakek, “Kek, numpang nanya, apakah kakek tahu berapa rata-rata kedalaman sungai ini?” Si kakek sambil tersenyum menjawab “ tahu cu, rata-rata kedalaman sungai ini adalah 1.5 meter”. “wah enteng” pikir Paijo dalam hati. “Saya kan tingginya 1.70 meter, jadi saya bisa menyeberang sungai ini tanpa menggunakan rakit”. “Baik kek, terima kasih atas informasinya”. Paijo dengan penuh percaya diri menyeberang sungai tersebut. Tapi belum 5 meter dia menyeberang tiba-tiba tubuhnya terperosok dan tenggelam, apes bagi Paijo ternyata dia tidak bisa berenang, akhirnya dia meninggal dunia.
Singkat cerita di alam baka Paijo kembali bertemu dengan sang kakek berjubah putih tadi, yang ternyata seorang malaikat. Dengan geram Paijo berkata kepada si Kakek, “Kek, gimana sih katanya rata-rata kedalaman sungainya hanya 1.5 meter, buktinya saya tenggelam dan mati! Si kakek dengan senyum mesem berkata “Cu, kamu kan bertanya berapa rata-rata kedalaman sungainya, memang benar rata-ratanya hanya 1.5 meter, tapi kamu tidak menanyakan standar deviasinya, standar deviasinya adalah 5 meter karena ada palung sedalam 15 meter….(huaa ha..ha…ha…, lucu ngga sih?)
Saya tidak mengharapkan pembaca tertawa setelah membaca kisah di atas, tapi kalau sampai tertawa berarti selera humor Anda sangat berkelas (he..he..he..). Saya hanya ingin menghimbau, pada saat menggunakan nilai rata-rata jangan pernah lupakan nilai standar deviasi, jangan pernah pisahkan mereka, kalau tidak ingin tenggelam dalam sungai jebakan data
Sumber:
http://id.wikipedia.org/wiki/Statistika
http://wakakak.net/ilmu-statistik-tidak-bohong.html
http://muarojambikab.bps.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=190:jebakan-nilai-rata-rata&catid=54:cathumor&Itemid=82
INTERNET dan SAYA
PENGERTIAN INTERNET
Secara harfiah, Internet (kependekan dari interconnected-networking) ialah sistem global dari seluruh jaringan komputer yang saling terhubung menggunakan standar Internet Protocol Suite (TCP/IP) untuk melayani miliaran pengguna di seluruh dunia. Manakala Internet (huruf 'I' besar) ialah sistem komputer umum, yang berhubung secara global dan menggunakan TCP/IP sebagai protokol pertukaran paket (packet switching communication protocol). Rangkaian internet yang terbesar dinamakan Internet. Cara menghubungkan rangkaian dengan kaedah ini dinamakan internetworking.
TOKOH-TOKOH INTERNET
• Timothy Berners Lee pencipta WWW (World Wide Web)
• Roy Tomlinson pencipta @ (at) pada alamat surat e-mail
PENGALAMAN PRIBADI tentang INTERNET
Saya mengenal internet sejak saya duduk di kelas 7 SMP, pada awalnya saya hanya mengenal website google. Karena dari google saya dapat dengan mudah mencari tahu apa yang ingin saya tahu. Awalnya saya mengira sesuatu yang ada di google adalah ciptaan atau buatan orang yang sama tentang seluruh yang ada di google. Dengan secara sadar saya bertanya dalam hati “apa mungkin ada orang se hebat itu yang dapat mengetahui apa yang ada di muka bumi ini” tanpa bertanya pada siapapun saya terus heran dan semakin heran.
Makin dewasa makin mengerti tentang internet, ternyata anggapan saya tentang seseorang yang mengetahui seluruh yang ada di muka bumi ini salah. Ternyata semua yang ada di google tidaklah di ciptakan oleh seseorang yang sama. Google adalah sebuah situs yang dapat di akses lebih mudah dari situs-situs yang lain.
Internet awalnya saya berfikir hanya ada google. Ternyata makin dewasa makin mengerti tentang internet. Banyak yang kita bisa dapat dari internet. Baik dampak positif maupun dampak negative. Saya akan coba menjabarkan dampak positif dan negative dari internet, diantaranya adalah :
• Dampak Positif
a) Internet sebagai media komunikasi merupakan fungsi internet yang paling banyak digunakan dimana setiap pengguna internet dapat berkomunikasi dengan pengguna lainnya dari seluruh dunia.
b) Media pertukaran data dengan menggunakan email, newsgroup, ftp dan www (world wide web – jaringan situs-situs web) para pengguna internet di seluruh dunia dapat saling bertukar informasi dengan cepat dan murah.
c) Media untuk mencari informasi atau data perkembangan internet yang pesat, menjadikan www sebagai salah satu sumber informasi yang penting dan akurat.
d) Kemudahan memperoleh informasi yang ada di internet sehingga kita tahu apa saja yang terjadi.
e) Bisa digunakan sebagai lahan informasi untuk bidang pendidikan, kebudayaan, dan lain-lain.
f) Kemudahan bertransaksi dan berbisnis dalam bidang perdagangan sehingga tidak perlu pergi menuju ke tempat penawaran/penjualan. Dan lain-lain
Dampak Negatif
a) Pornografi anggapan yang mengatakan bahwa internet identik dengan pornografi, memang tidak salah. Dengan kemampuan penyampaian informasi yang dimiliki internet, pornografi pun merajalela.
b) Penipuan hal ini memang merajalela di bidang manapun. Internet pun tidak luput dari serangan penipu.
c) Bisa membuat seseorang kecanduan terutama yang menyangkut pornografi dan dapat menghabiskan uang karena hanya untuk melayani kecanduan tersebut. Jadi internet tergantung pada pemakainya bagaimana cara mereka dalam menggunakan teknologi itu, namun semestinya harus ada batasan-batasan dan norma-norma yang harus mereka pegang teguh walaupun bersentuhan dengan internet atau di dalam dunia maya. Dan lain-lain
http://id.wikipedia.org/wiki/Internet
Secara harfiah, Internet (kependekan dari interconnected-networking) ialah sistem global dari seluruh jaringan komputer yang saling terhubung menggunakan standar Internet Protocol Suite (TCP/IP) untuk melayani miliaran pengguna di seluruh dunia. Manakala Internet (huruf 'I' besar) ialah sistem komputer umum, yang berhubung secara global dan menggunakan TCP/IP sebagai protokol pertukaran paket (packet switching communication protocol). Rangkaian internet yang terbesar dinamakan Internet. Cara menghubungkan rangkaian dengan kaedah ini dinamakan internetworking.
TOKOH-TOKOH INTERNET
• Timothy Berners Lee pencipta WWW (World Wide Web)
• Roy Tomlinson pencipta @ (at) pada alamat surat e-mail
PENGALAMAN PRIBADI tentang INTERNET
Saya mengenal internet sejak saya duduk di kelas 7 SMP, pada awalnya saya hanya mengenal website google. Karena dari google saya dapat dengan mudah mencari tahu apa yang ingin saya tahu. Awalnya saya mengira sesuatu yang ada di google adalah ciptaan atau buatan orang yang sama tentang seluruh yang ada di google. Dengan secara sadar saya bertanya dalam hati “apa mungkin ada orang se hebat itu yang dapat mengetahui apa yang ada di muka bumi ini” tanpa bertanya pada siapapun saya terus heran dan semakin heran.
Makin dewasa makin mengerti tentang internet, ternyata anggapan saya tentang seseorang yang mengetahui seluruh yang ada di muka bumi ini salah. Ternyata semua yang ada di google tidaklah di ciptakan oleh seseorang yang sama. Google adalah sebuah situs yang dapat di akses lebih mudah dari situs-situs yang lain.
Internet awalnya saya berfikir hanya ada google. Ternyata makin dewasa makin mengerti tentang internet. Banyak yang kita bisa dapat dari internet. Baik dampak positif maupun dampak negative. Saya akan coba menjabarkan dampak positif dan negative dari internet, diantaranya adalah :
• Dampak Positif
a) Internet sebagai media komunikasi merupakan fungsi internet yang paling banyak digunakan dimana setiap pengguna internet dapat berkomunikasi dengan pengguna lainnya dari seluruh dunia.
b) Media pertukaran data dengan menggunakan email, newsgroup, ftp dan www (world wide web – jaringan situs-situs web) para pengguna internet di seluruh dunia dapat saling bertukar informasi dengan cepat dan murah.
c) Media untuk mencari informasi atau data perkembangan internet yang pesat, menjadikan www sebagai salah satu sumber informasi yang penting dan akurat.
d) Kemudahan memperoleh informasi yang ada di internet sehingga kita tahu apa saja yang terjadi.
e) Bisa digunakan sebagai lahan informasi untuk bidang pendidikan, kebudayaan, dan lain-lain.
f) Kemudahan bertransaksi dan berbisnis dalam bidang perdagangan sehingga tidak perlu pergi menuju ke tempat penawaran/penjualan. Dan lain-lain
Dampak Negatif
a) Pornografi anggapan yang mengatakan bahwa internet identik dengan pornografi, memang tidak salah. Dengan kemampuan penyampaian informasi yang dimiliki internet, pornografi pun merajalela.
b) Penipuan hal ini memang merajalela di bidang manapun. Internet pun tidak luput dari serangan penipu.
c) Bisa membuat seseorang kecanduan terutama yang menyangkut pornografi dan dapat menghabiskan uang karena hanya untuk melayani kecanduan tersebut. Jadi internet tergantung pada pemakainya bagaimana cara mereka dalam menggunakan teknologi itu, namun semestinya harus ada batasan-batasan dan norma-norma yang harus mereka pegang teguh walaupun bersentuhan dengan internet atau di dalam dunia maya. Dan lain-lain
http://id.wikipedia.org/wiki/Internet









